JAKARTA, Indotimes.co.id – Panitia Besar Pekan Olahrana Nasional (PB PON) Papua XX 2021 menjamin kemudahan akomodasi dan keamanan bagi para kontingen peserta pesta akbar olahraga nasional empat tahunan tersebut, pada 2-13 Oktober mendatang.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Umum (Sekum) PB PON Papua, Elia I. Loupatty, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (29/4).

Menurut Elia, pihaknya menjamin keyersediaan tempat tidur, akomodasi makan, dan transport lokal, dan semuanya ditanggung panitia PON.

Elia, menjelaskan khusus masalah transportasi, memang sangat krusial karena medan yang ditempuh di Papua tak mudah.

“Khusus transport lokal di dalam kabupaten jangan ditafsir dari Timika ke Merauke itu mudah dengan mobil, tali itu harus dengan pesawat.” kata Elia.

Elia juga menyarankan kepada kontingen punya atlet cabornya berada ada di Merauke agar langsung terbang ke Merauke.

Begitu juga ke Timika, sementara yang di Sentani dan Jayapura agar langsung turun di Jayapura

Baca juga :  Kemenpora Dukung Indonesia Tuan Rumah Final FEI Jumping World Challenge (JWC) 2021

“Jangan terbalik main di Sentani turun di Merauke. Jadi kalo mau ke Merauke langsung aja dari Jakarta Ke Merauke.” ujarnya.

Hal senada diutarakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Pusat, Tb Ade Lukman, yang mengatakan
kontingen yang akan berlaga di PON Papua dapat jaminan kemudahan akomodasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.

Tb Ade Lukman mengatakan pihaknya telah bertemu Direktur Utama Garuda Indonesia. Kedua pihak membahas kemudahan yang bisa diperoleh kontingen PON.

Untuk atlet dan ofisial dari 34 KONI provinsi yang akan berangkat mengikuti PON akan diberikan diskon 15 persen. Kemudian extra height 5kg, dan peralatan olahraga otomatis 23kg free,” kata  Ade .

Lebih jauh, Ade  juga mengatakan Garuda siap menambah jumlah penerbangan dan menyediakan pesawat charter jika diperlukan selama event PON Papua. Kerja sama ini diharapkan bisa mensukseskan pesta olahraga terbesar di Indonesia yang berlangsung tahun ini.

Jaminan Keamanan

Sementata itu, menyangkut soal keamanan. Ketua II PB PON XX, Roi Letlora secara tegas mengatakan PB PON Papua menjamin keamanan sepenuhnya keoasa seluruh. kontingen peserta PON.

Baca juga :  Menpora Puji Kesiapan Kota Surabaya Gelar Piala Dunia U-20

Untuk PON Papua, pihaknya mendapat dukugan oenuh dari pihak kepoluaian dsn TNI, dalam hal ini Polda Papua dan Kodam XVII Cenderawasih.

Menurutnya melibatkan hampir 8000 personil gabungan Polri dan TNI yang disiagakan di empat cluster palaksanaan Papua.
Untuk Kabupaten Jayapura sebanyak 1.669 Personil, Kota Jayapura sebanyak 3.698 personil, Kabupaten Meruke 1000 personil, dan Kabupaten Mimika 1.900 personil.

Roi juga menambahkan untuk mendukung penganan selama berlangsungnya PON Papua, pihsknya akan memanfaatkan teknologi, yaitu memanfaatkan drone canggih untuk memantau pengamanan selama PON berlangsung.

Menurutnya, kemamanan pada penyelenggaraan PON XX Papua menjadi perioritas utama. Untuk itu, pihaknya bakal menyiapkan sebuah drone canggih yang ditempatkan di setiap lokasi penyelenggaraan.

“Untuk pengamanan PON, kita dilengkapi dengan teknologi canggih pakai drone yang disediakan oleh PB PON. Drone ini sebenarnya peralatan militer kita bantu kepada tim pengamanan kita, di pengamanan itu ada Polda dan Pangdam,” ungkap Roi.

Baca juga :  DKI Jakarta Berharap Banyak Pegulatnya Lolos PON Papua 2020

Nantinya, lanjut Roi, drone tersebut akan dioperasikan di empat cluster, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke.

Khusus untuk venue yang berada di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura hanya menggunakan satu drone.

Roi menjelaskan drone militer ini punya daya rekam yang sangat bagus. Salah satu kelebihannya bisa merekam wajah seorang dari ketinggian 3 KM.

“Drone ini dilengkapi alat detektor wajah yang kapasitas drone ini bisa mendeteksi di atas 3 KM dari venue. Sehingga bisa melihat kerumunan bahkan wajah juga terdeteksi,” tambah Roi.

“Bahkan kalau ada orang yang black list atau sedang dicari itu pengaman sudah punya datanya dan katanya juga sudah dimasukan, jadi bisa terdeteksi. Dan kerumunan pun akan terdeteksi dengan mudah, itu salah satu yang dukungan kita kepada tim pengamanan,” pungkasnya.