JAKARTA, Indotimes.co.id – Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) yang Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto, menyampaikan Pemerintah memberi izin kompetisi Liga 2 untuk wilayah luar Jawa sudah dapat digelar dengan sejumlah syarat.

Menurut Airlangga, pihaknya mengapresiasi usulan Menpora dan PSSI mengenai Kompetisi Liga 2 di luar Jawa dan mempersilakan kepada PSSI dan peneyelenggara komptisi (PT LIB) untuk menyelenggarakan komptsiis tersebut (Liga 2).

Menko Airlangga menyampaikan Liga 2 akan dilaksanakan di sejumlah provinsi di luar Pulau Jawa, yakni di Pekanbaru, Palembang, Balikpapan dan Palangkaraya. “Kompetisi akan digelar tanpa penonton dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, sesuai dengan penyelenggaraan Liga 1 yang telah terlebih dahulu bergulir,”ujar Airlangga dalam Konferensi Pers secara virtual, seusai  Pertemuan bersama Menpora dan PSSI, Selasa (28/9).

Airlangga menambahkan Kompetisi Liga 2 di Pulau Jawa sudah bergulir sejak Minggu(26/9), antara Persis Solo vs PSG Pati di Stadion Manahan Solo.

“Melihat dari pengalaman penyelenggara Liga 1, dimana penyelenggara melakukan pengamanan prokes ketat, baik itu dilakukan PCR maupun tes antigen tidak hanya setiap hari tetapi setiap kali memasuki venue,” ujar Airlangga.

Selain itu penyelenggara Liga 2 juga menjamin bahwa titik masuk keluar stadion akan terkendali dan stadion hanya akan diisi dengan jumlah kurang dari 300 orang yang terdiri dari pemain, official, wasit, serta panitia.

Sesuai rencana PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), putaran pertama Grup A dan D akan digelar masing-masing Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring dimana Sriwijaya FC. Dan Stadion Tuah Pahoe, Kalteng Putra menjadi tuan rumah.

“Saya tegaskan kegiatan dilakukan di empat kota. Palmebang, Pekanbaru levelnya 2 dari segi PPKM. Relatif mudah-mudahan terkendali. Balikpapan dan Palangkaraya di level 3. Kemudian secara provinsi baik Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur levelnya 1.” imbuhnya.

Airlangga menjelaskan bahwa kompetisi sangat penting bagi kegiatan olahraga,sebagai bagian untuk meningkatkan prestasi, begitu juga untuk sepakbola.

“Kita ketahui sepak bola ajang untuk prestasi apalagi Indonesia tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Sehingga kompetisi penting dan ini simbol untuk mengasah prestasi,” tandas Airlangga.

Sementara itu, Mochamad Iriawan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas dukungan terhadap kompetisi sepakbola di tanah air. “Terima kasih ke Menko Maritim (dan Investasi), Menpora, Menko Perekonomian yang sudah memberi izin melaksanakan kegiatan Liga 2 di wilayah bapak di Sumatera dan Kalimantan.” ujarnya.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga RI Zainudin Amali, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, serta Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Akhmad Hadian Lukita.