
Indotimes.co.id – Sepak bola Inggris akan menerapkan uji coba sebagai upaya menghapus jeda bagi kiper yang banyak diperdebatkan di musim lalu maupun selama Piala Dunia 2026. .
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Liga Primer, Liga Sepak Bola Inggris (EFL), Liga Nasional, dan Liga Super Wanita telah menyetujui langkah ini, dengan izin yang diberikan oleh Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB).
Pro Ref, yang dipimpin oleh kepala petugas wasit Howard Webb, telah berdiskusi dengan liga-liga untuk menentukan cara mengatasi masalah ini, yaitu tim harus mengeluarkan pemain dari lapangan.
Jika wasit memberi isyarat bahwa fisioterapis dapat masuk untuk merawat kiper, pelatih tim tersebut punya waktu 10 detik untuk menunjuk pemain lain guna meninggalkan lapangan selama satu menit setelah pertandingan dimulai kembali.
Jika tidak ada pemain yang terpilih dalam waktu 10 detik, kapten harus meninggalkan lapangan.
Liga Australia juga akan menguji coba aturan baru ini di mana kapten harus meninggalkan lapangan.
Baca Juga: Teknik Dasar Menendang dan Mengoper Bola dalam Sepak Bola
Trik mencuri waktu istirahat di saat kiper cedera dan memerlukan penanganan menjadi umum dan kontroversial dalam beberapa musim terakhir.
Sering kita lihat seorang kiper jatuh terduduk di lapangan, lalu ia memberi isyarat kepada fisioterapis untuk mendekat. Sementara para pemain lain bergegas ke area teknis untuk berdiskusi. Setelah pelatih memberikan instruksi, kiper tampak segar bugar untuk melanjutkan pertandingan.
Perawatan terhadap kiper cedera juga telah digunakan untuk mengganggu momentum tim lawan ketika mereka lebih unggul.
November 2025 lalu, manajer Leeds United, Daniel Farke, menuduh kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma, berpura-pura cedera untuk mencuri waktu dan menghentikan jalannya pertandingan.
Sementara itu, IFAB telah mengeluarkan klarifikasi mengenai aturan identitas yang salah setelah FIFA menggunakannya untuk memberikan kartu kuning kepada dua pemain di Piala Dunia.
Miguel Almiron (Paraguay) dan Breel Embolo (Swiss) menerima kartu kuning. Karena Embolo sudah mendapat kartu kuning sebelumnya, ia dikeluarkan dari lapangan dalam babak perempat final melawan Argentina.
Baca Juga: Nanang Kurniawan Dorong Pembinaan Sepak Bola Berjenjang dan Berkesinambungan
IFAB menyatakan bahwa meskipun hal itu diterima dengan baik dan akan dimasukkan dalam peninjauan tentan protokol VAR, aturan ini ‘tidak akan diterapkan sampai peninjauan selesai.’
Belum tentu efektif
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) IFAB Februari lalu, Ketua Komite Wasit FIFA Pierluigi Collina mengatakan bahwa pencarian solusi untuk menghentikan pencurian waktu oleh tim saat jeda cedera kiper merupakan sebuah prioritas.
Pada Piala Dunia 2026 lalu, Collina menginstruksikan para pengawasnya untuk mencegah pemain berkumpul di area teknis dalam seluruh jeda pertandingan. Hasilnya, tidak ada tim yang bisa mencuri waktu untuk melakukannya.
Meski demikian, efektivitas keputusan ini masih menjadi bahan perdebatan, karena jeda minum selama tiga menit di setiap babak menciptakan peluang pencurian waktu oleh tim untuk membicarakan strategi. .
Dalam diskusi internal mereka, para tokoh sepak bola Inggris berpendapat bahwa melarang pemain pergi ke area teknis tidak akan mencegah pelatih menggunakan kiper untuk menghentikan pertandingan.
Sepak bola Inggris memilih menguji coba aturan baru karena langkah tersebut mengikuti logika yang diterapkan pada pemain, yang juga harus meninggalkan lapangan selama satu menit jika fisioterapis masuk ke area.
Hal tersebut bertujuan untuk bertindak proaktif sebagai pencegahan, bukan reaktif terhadap pembicaraan tim saat itu terjadi.
Komentator Match of the Day, Danny Murphy, menyarankan pada musim lalu agar para pembuat peraturan sepak bola dapat bertindak tegas untuk menutup celah ini dengan cara yang kurang lebih sama sama.
“Saya rasa mereka (para pembuat peraturan) dapat mengubahnya dengan cepat,” kata Murphy. “Jika ada seorang kiper yang cedera, bukan dia yang harus keluar, melainkan salah satu pemain lapangan yang seharusnya keluar. Maka hal itu adil untuk kita semua. Ini adalah perubahan kecil yang lebih bermakna.”
Para wasit tidak akan mencegah pemain untuk mendekat ke tepi lapangan saat menjalani perawatan medis, tetapi mereka berharap prospek tanding dengan 10 pemain selama satu menit akan bertindak sebagai disinsentif yang memadai.
Hal ini berlaku pada menit-menit terakhir pertandingan, karena tim yang mencoba untuk mempertahankan hasil akan memanfaatkan kiper untuk menghentikan momentum. Saat kiper menerima perawatan medis, tim itu harus bertanding dengan 10 pemain.
Ada beberapa pengecualian di mana pemain tidak perlu meninggalkan lapangan, di antaranya:
● Saat kiper berkata bahwa mereka tidak memerlukan fisioterapi dan cederanya tidak memicu penghentian pertandingan
● Kiper dan pemain di luar lapangan bersenggolan
● Jika kiper mengalami pelanggaran keras dan membutuhkan perawatan darurat
● Jika kiper mengalami pendarahan
● Jika ada pemain yang mengalami cedera serius (harus diganti) atau pingsan.
Jika kiper diganti, durasi pergantian pemain tidak berubah.
Ada beberapa kekhawatiran bahwa persyaratan untuk meninggalkan lapangan selama satu menit dapat menyebabkan kiper maupun pemain lapangan lainnya, berusaha untuk terus bertanding meskipun mengalami cedera.
Hasil uji coba akan dinilai oleh IFAB dalam beberapa pertemuan lembaga tersebut sepanjang musim. Hal ini dapat menyebabkan perubahan peraturan permanen secara global mulai musim 2027/2028 mendatang.
Mencegah jajaran pelatih membantu pemain
Seluruh pelatih di muka Bumi ini ingin anak-anak asuhan mereka menang, dan tak sedikit yang menempuh berbagai cara demi tercapainya tujuan tersebut. Sebagai cabang olahraga terpopuler dunia, sepak terjang para pemain dan pelatih mereka kerap jadi sorotan media, baik dalam situasi terpojok atau menang.
Staf dan kepala pelatih dianggap melakukan tindakan yang kurang etis karena berusaha mengarahkan para pemain di luar jeda turun minum, yaitu saat kiper tim cedera dan menerima perawatan, dengan berpura-pura menjadi staf medis.
Para pemain akan mengerumuni mereka dalam waktu singkat, bukan untuk berbagi seru88 link alternatif, melainkan untuk mendengarkan arahan dari staf pelatih.
Hal ini sama saja dengan curang karena telah mematikan ritme pertandingan demi keuntungan kelompok sendiri. Kiper juga telah melakukan tindakan kurang etis karena berpura-pura cedera.













