JAKARTA, Indotimes.co.id – -Pecatur Australia, GM Temur Kuybokarov kembali tampil sempurna di ajang ‘Pertamina Indonesian Grand Master Tournament 2024’. Dari dua babak, pecatur yang memiliki elo rating 2.600 untuk sementara memuncaki klasemen dengan 2 poin menyusul keberhasilannya menaklukkan pecatur Vietnam, Dao Thien Hai (2475), Rabu (24/4) siang, di Artotel Gelora Senayan Jakarta.

Posisi kedua untuk Kategori Grand Master ditempati pecatur muda Indonesia, IM Aditya Bagus Arfan, juga dengan dua angka kemenangan. Lawan yang dikalahkan oleh pecatur berelo rating 2407 adalah rekan senegaranya, IM Gilbert Elroy Tarigan (2330).

Pada babak ketiga yang akan dilangsungkan Kamis (25/4) pagi, Aditya akan menghadapi Temur,
di papan keenam.

Menurut Ketua Bidang Pembinaan PB Percasi, Kristianus Liem, partai antara Temur vs Aditya akan menjadi partai yang menarik.

“Temur merupakan pecatur hebat. Di babak pertama Dia mengalahkan Susanto Megaranto,” ujar Kris.

Bahkan GM Susanto Megaranto mengakui kehebatan GM Temur Kuybokarov. “Kelebihan Temur, Dia selalu tampil agresif. Saya kalah, karena kemarin tampil pasif.”

Hal senada dilontarkan pecatur Singapura, Xiangyi Liu (2355). “Dari 14 pecatur yang tampil, GM Temur Kuybokarov yang paling berat. Dia pecatur hebat dan berpengalaman,” kata Liu.

Pada pertandingan lainnya, GM Novendra Priasmoro (2494) yang sukses menumbangkan GM Eugene Torre, hari ini dipaksa bermain remis oleh WGM Medina Warda Aulia (2372).

Susanto Taklukkan Torre.

GM Susanto pada babak kedua berhasil mempecundangi Legenda Catur Asia asal Filipina, GM Eugene Torre (2425).

“Meskipun saya bisa mengalahkan Torre, tapi diusianya yang sudah 70-an, Dia adalah pecatur hebat. Saya membuat Dia krisis waktu, baru bisa mengalahkannya,” kata Susanto yang memulai permainannya dengan pembukaan London System.

Di Kategori IM, pecatur putri Indonesia yang digadang-gadang bakal meraih norma IM di turnamen justru dikalahkan WGM Nguyen Thi Mai Hung (2179) dari Vietnam.

Sebelumnya di babak pertama, Ummi yang memegang buah hitam, memaksa remis pecatur Myanmar, IM Wynn Zaw Htun. Dari dua laga yang telah dimainkan, Ummi baru mengoleksi 0,5 angka.

Kamis (25/4), Ummi yang memegang buah putih ditantang IM Garcia Jan Emmanuel (2408) dari Filipina.

‘Pertamina Indonesian Grand Master Tournament 2024’ berlangsung sejak 22 April – 1 Mei, memainkan 11 babak pertandingan.

“Meskipun saya bisa mengalahkan Torre, tapi di usianya yang sudah 70-an, Dia adalah pecatur hebat. Saya membuat Dia krisis waktu, baru bisa mengalahkannya,” kata Susanto.

Sementara mengomentari hasil pertandingan babak pertama, Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto sangat menyayangkan kekalahan yang dialami Susanto Megaranto dari Temur Kuybokarov.

“Babak pertama Susanto kalah dari Kuybokarov. Idealnya remis lah,” nilai Utut.

“Novendra main bagus, ngalahin Torre. Artinya semua masih sesuai standar.”

“Ini kan perjalanannya 11 babak, Round Robin, ketemu semua. Kita lihat saja nanti. Pemain kita progresnya jelas ada. Tapi kita belum seperti India, pemain berusia 17 tahun, namanya Gukesh (Gukesh Dommaraju) telah menjadi penantang juara dunia. Anak-anak naiknya belom bisa secara meteorit seperti itu. Mereka naiknya secara gradual, bertahap, belom bisa melenting. Tapi trennya naik, positif, tutup Utut Adianto.