JAKARTA, Indotimes.co.id – PSSI melalui Komite Wasit telah menyiapkan para wasit terbaiknya yang bertugas pada Kompetisi BRI Super League 2025/2026 yang mulai digulirkan 8 Agustus 2025 ini.

Hal tersebut disampaikan langsung Yoshimi Ogawa selaku Wakil Komite Wasit PSSI pada kegiatan Refereeing Workshop for Media, di Jakarta, Rabu (6/8).

Menurut Ogawa, PSSI sangat serius dalam menyiapkan para wasit terbaiknya, dan hal itu sudah dilakukan sedikitnya dalam dua tahun terakhir ini.

PSSi melalui Komite Wasit telah melakukan berbagai kursus bagi para wasit di Indonesia, agar mereka memiliki kemampuan terbaik, baik dilevel nasional maupun internasional tentunya.

Khusus menghadapi Kompetisi BRI Super League, lanjut Ogawa pihaknya telah menyelenggarakan FIFA MA Course Super League di Bogor, Jawa Barat, pada 12-16 Juli 2025 lalu, dimana pihaknya mendatangkan Instruktur teknis FIFA, yang sarat pengalaman.

Kegiatan tersebut diikuti 31 wasit dan 46 asisten wasit yang dipilih berdasarkan performa mereka selama musim lalu.

Ogawa menambahkan, para wasit yang dipersiapkan untuk Super League ( BRI Super League) tentunya meteka- mereka yang memiliki track record yang baik selama bertugas oaga kompetisi musim lalu (Liga 1 2024/2025).

Pihaknya juga melakukan pakta integritas dengan para wasit yang akan bertugas, dimana mereka harus siap menjadi seorang wasit yang terbaik, dan tidak akan melakukan segala hal yang betentangan dengan jatidiri serta tugas sebagai wasit yang memiliki komitmen terbaiknya.

Pada kesempatan itu Ogawa juga tidak menampik masih dilibatkannya para wasit yang pada Kompetidi BRI Super League musim ini.

Menurut pria asal Jepang ini, untuk BRI Super League peran wasit asing masih dilibatkan, namun dengan sejumlah persyaratan ketat. ‎‎” Kita masih pajat wasit asing, seperti pak Erick (Erick Thohir Ketum PSSI) bilang, persentasenya kecil,” ungkap.

Ogawa menambahkan saat ini para wasit lokal yang ada telah memiliki kemampuan yang sangat baik. ‎‎”Tetapi kita tetap punya banyak wasit lokal yang capable (berkualitas),” tandasnya.

Karenanya peran wasit asing yang bertugas nanti, harus benar-benar memiliki kemampuan yang terbaik. Tentunya ada sejumlah persyaratan dalam pemilihan wasit asing untuk ditugaskan ke Super League.

Menurutnya, syarat khusus itu berupa sang wasit asing tentunya harus memiliki kualitas yang sangat bagus demi bisa menjadi contoh bagi juru pengadil lokal. ‎”Tetapi kita harus benar benar membawa wasit luar dengan kualitas yang bagus untuk jadi contoh. Bukan cuma sekedar wasit,” tegas Ogawa.

Paparkan Peraturan Baru dalam Pertandingan

Dalam kegiatann Refereeing Workshop for Media yang berlangsung di GBK Arena Senayan, Jakarta, Rabu (6/8) itu, Ogawa juga memaparkan Peraturan Baru dalam sebuah pertandingan sepak bola, salah satunya aturan baru untuk Kapten Tim dan Kiper dalam Sepak Bola.

Ogawa memaparkan mengenai Peraturan Baru untuk Kapten Tim dan Kiper dalam pertandingan sepak bola yang diberlakukan saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ogawa menegaskan bahwa ada pembaruan signifikan mengenai siapa yang diperbolehkan memberikan protes kepada wasit selama pertandingan berlangsung.

“Hanya kapten tim yang berhak mendekati wasit untuk menyampaikan keberatan atau protes di tengah lapangan. Pemain lain tidak diperbolehkan menghampiri wasit, apalagi ikut memprotes,” ujar Ogawa dengan tegas. Lebih lanjut, Ogawa menegaskan konsekuensi bagi pemain yang melanggar aturan ini.

“Jika ada pemain selain kapten tim yang tetap membandel menghampiri wasit, wasit berhak langsung memberikan kartu kuning sebagai bentuk peringatan,” jelasnya.

Hal ini diharapkan dapat menjaga ketertiban dan menghormati otoritas wasit selama pertandingan.

Selain aturan terkait kapten tim, Ogawa juga mengingatkan perubahan penting pada regulasi mengenai waktu kiper dalam menguasai bola. Selama ini, peraturan menyebutkan bahwa kiper hanya diperbolehkan memegang bola maksimal selama 6 detik. Namun dalam praktik di berbagai negara, termasuk Indonesia, durasi ini sering dilanggar, dengan kiper memegang bola hingga lebih dari 20 detik.

“Sekarang, wasit mulai menerapkan pengawasan lebih ketat dengan memberikan peringatan jika kiper mendekati batas waktu. Ketika hitungan mencapai 8 detik, wasit mulai mengamati dengan cermat. Saat waktu tersisa antara 5 hingga 1 detik, wasit akan mengangkat jarinya sebagai tanda peringatan. Jika kiper melewati batas waktu tersebut, wasit akan memberikan tendangan penjuru kepada tim lawan,” pungkas Ogawa.