JAKARTA, Indotimes.co.id – Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) mendapat penghargaan dari Museum Rekor – Dunia Indonesia( rekor MURI). Sekolah catur binaan Grand Master (GM) Utut Adianto dan Eka Putra Wirya ini berhasil menyabet dua rekor MURI sebagai Sekolah Catur Pertama di Indonesia dan Museum Catur Pertama di Indonesia.
Penyerahan rekor MURIini diberikan langsung oleh Pendiri MURI Jaya Suprana kepada Owner SCUA Eka Putra Wirya yang berlangsung di Gedung MURI kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (22/9)
Eka Wirya Putra menyatakan penghargaan MURI ini kian membuatnya bersemangat untuk terus berkiprah memajukan olahraga catur tanah air.
“Tentunya penghargaan ini memberikan semangat buat kami untuk lebih lagi dalam berkarier, walaupun sebenarnya kami tidak menyangka diberikan oleh MURI atas rekor ini. Kami menjalankan semua ini dengan cinta, dengan kasih yang kami perjuangkan untuk catur Indonesia,” ungkap Eka.
Eka menambahkan dirinya bersama GM Utut Adianto tak akan pernah berhenti melakukan pembinaan terhadap olahraga catur. Harapannya, ke depan akan ada juara dunia dari negeri ini.
“Jadi kalau saya rasa kita akan terus berusaha bagaimana kita suatu saat nanti bakal melihat ada juara dunia dari Indonesia. Itu mungkin pemikiran, harapan saya ke depan,” ujarnya.
Dengan melihat bibit-bibit catur yang ada sekarang, Eka optimistis catur Indonesia akan semakin maju.
“Saya yakin kita akan mendapatkan atlet catur yang berbakat sekali. Dengan dkdukung keluarga, dengan pembinaan yang tepat, maka bukan hal mustahil kita dapat juara dunia,” tegasnya.
Selain itu, Eka bersama Utut juga mampu menggandeng lembaga pendidikan dalam pembinaan catur. Hal itu dibuktikan dengan suksesnya BPK PENABUR yang turut dijalin mengadakan kejuaraan catur secara rutin tiap tahun. Bahkan, Eka dan Utut melalui SCUA dan PB Percasi juga sukses bermitra dengan swasta seperti JAPFA yang selalu mengadakan turnamen catur sesuai kalender Percasi.
Di mata anak-anak, catur yang disebut-sebut olahraga membosankan, kini di tangan SCUA bisa menjadi olahraga yang menggembirakan. Caranya, yaitu anak-anak usia muda dilatih main catur lewat program Chess Fun Njght.
“Jadi, tiap hari Selasa, dua minggu sekali, kita di Cafe Tutur (SCUA Bekasi) membuat catur gembira. Kita ingin menyenangkan anak-anak kecil. Supaya catur mereka senang dengan catur. Kalau kita terlalu serius, mungkin mereka nggak mau. Tapi dengan cara kita memberikan sesuatu yang menarik, sesuatu yang gembira. Tentu kalau udah gembira ilmunya kita bisa masukkan dengan baik,” tandasnya.
Sementara itu, Pendiri MURI Jaya Suprana mengapresiasi SCUA yang berhasil menorehkan sejarah atas rekor yang didapatkannya itu.
“Hebat dan keren SCUA dan Museum Catur Indonesia. Keduanya pelopor pertama di Indonesia dan telah berhasil melahirkan Grand Master untuk membanggakan Indonesia,” tutup Jaya Suprana.