JAKARTA, Indotimes.co.id – Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi mengaku sudah ada yang audiensi dengannya terkait dengan akan digelarnya Musyawarah Provinsi (Musporv) KONI DKI Jakarta periode 2022-2026 yang digelar di Jakarta, Maret 2022 mendatang. Namun, politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan agar KONI DKI Jakarta tidak dijadikan ajang untuk cari makan.

“Kemarin memang ada yang audiensi dengan saya Tapi, tidak perlu saya sebutkan namanya. Yang pasti, saya ingin Ketua KONI DKI Jakarta terpilih itu yang terbaik. Jangan cari makan di KONI DKI Jakarta,” kata Prasetyo Edi yang dihubungi Senin (31/1).

Sebelumnya, Prasetyo Edi Marsudi juga mengkritisi pencapaian KONI DKI Jakarta yang hanya mampu menempati peringkat kedua pada PON XX Papua 2021 meski mengusung moto ‘Ayo Bung Rebut Kembali”. Juara umum ditempati Kontingen Jawa Barat. “Saya sedih untuk kedua kalinya kita gagal meraih juara umum di PON. Padahal hampir Rp 1 triliun anggaran kita kucurkan untuk KONI DKI,” ungkapnya.

Pras, panggilan akrab Prasetyo Edi Marsudi disapa, mengaku DKI kalah di PON Papua selain itu, DKI tidak bisa mempertahankan atletnya yang hengkang ke daerah lain.

“Kita kalah. Kita tidak bisa mempertahankan atlet dan terbukti atlet kita yang memperkuat daerah lain menjadi lumbung emas. Masak DKI Jakarta yang luar biasa kalah dengan provinsi lainnya. Janjinya (Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta) ke kita kan Juara Umum. Hasilnya mana?,” tutur Pras.

Pada pelaksanan PON XIX Jawa Barat 2016, DKI meraih posisi ketiga dengan Pimpinan Kontingen dijabat Djamhuron P Wibowo dan Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Raja Sapta Ervian.

Sedangkan pada PON XX Papua 2021, DKI berada di posisi kedua dengan pimpinan Kontingen Hidayat Humaid dan Ketua Umum KONI DKI Djamhuron P Wibowo.

Informasi yang beredar saat ini ada dua kandidat calon Ketua KONI DKI Jakarta periode 2022-2026. Hidayat Humaid yang menjabat sebagai Wakil Ketua II KONI DKI Jakarta dan Julizar Idris. Batas pendaftaran bakal calon akan ditutup pada 15 Februari 2022.

Sebelumnya ada beberapa bakal calon namun mundur. Yakni, Gede Sardjana (Wakil Ketua I KONI DKI Jakarta), Ali Mochtar Ngabalin (Ketua Pengprov POSSI DKI Jakarta), Maman Wiryawan (Ketua Pengprov PODSI DKI Jakarta), dan Aryo Djojojadikusumo (Ketua Pengprov Pordasi DKI Jakarta).