JAKARTA, Indotimes.co.id – Selangkah lebih maju ditunjukkan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) pimpinan Airlangga Hartarto.

Di saat cabang olahraga lain baru menggelar kejuaraan skala nasional, PB WI malah bersiap menyelenggarakan kejuaraan level dunia.

Event internasional yang bakal digelar PB WI tersebut adalah Kejuaraan Dunia Wushu Junior di ICE BSD Tangerang pada 2-11 Desember 2022 mendatang.

Tak tanggung-tanggung, peserta yang berpartisipasi di Kejuaraan Dunia nanti berasal dari 70 negara.

Tema yang diusung adalah ‘Road to Olympic’, dimana atlet yang tampil akan dipersiapkan terjun di Olimpiade Junior sambil terus mengupayakan cabang olahraga wushu dipertandingkan pada Olimpiade 2028. Jika itu tercapai, Indonesia telah punya bibit untuk bersaing.

Pada Kejuaraan Dunia awal Desember nanti, Indonesia bersiap menurunkan 28 atlet terbaiknya. Diharapkan, di antara mereka mampu mempersembahkan empat medali emas sesuai target yang dicanangkan.

Sejauh ini, Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto dinilai cukup genius memunculkan bibit-bibit atlet usia muda di Tanah Air.

Di saat cabang olahraga lain memilih berdiam diri di kala pandemi, justru Airlangga Hartarto tak mau  diam saja. PB WI pimpinannya berhasil menggulirkan kejuaraan meski dilakukan secara virtual.

Ajang itu juga dilakukan sebagai persiapan Indonesia mencari atlet terbaik untuk diturunkan pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior.

Kini, PB WI sudah memiliki banyak stok atlet junior potensial yang bisa diterjunkan menghadapi single dan multi event internasional ke depan. 

Mereka muncul dari sasana-sasana di Indonesia yang mengikuti berbagai kejuaraan yang diselenggarakan PB WI.

“Apa yang telah dibangun Pak Airlangga Hartarto itu bukan hanya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) tetapi juga menyambut wushu yang akan dipertandingkan pada Olimpiade 2032,” kata Ketua Pengprov WI DKI Jakarta, Gunawan Tjokro yang juga Direktur Eksekutif 8th World Junior Wushu Championship 2022.

Yang lebih membanggakan, kata Gunawan Tjokro, Federasi Wushu Internasional (IWUF) mengakui bahwa PB WI pimpinan Airlangga Hartarto telah banyak melakukan kegiatan di masa pandemi Covid -19 dengan melakukan terobosan mengadakan pertandingan-pertandingan secara virtual yang akhirnya diikuti juga oleh negara negara lain. 

Airlangga sendiri menyatakan bahwa Indonesia patut bangga terhadap para atletnya, terutama atlet wushu yang telah menyumbangkan prestasi di tingkat internasional. 

Tercatat selama beberapa tahun terakhir, atlet wushu Indonesia meraih banyak prestasi pada ajang internasional. 

Mulai dari SEA Games 2017 di Malaysia, Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, SEA Games 2019 Filipina dan SEA Games 2021 Vietnam.

Pada Kejuaraan Dunia Wushu 2019 di China, Indonesia juga patut berbangga karena mampu membawa pulang 3 medali emas dan 1 perunggu. Ini semua tak lepas dari terus bergulirnya kejuaraan dan regenerasi berjalan dengan baik. 

“Pemahaman terhadap pembinaan olahraga yang berjenjang dan berkesinambungan, program regenerasi atlet dan peningkatan kualitas pelatih menjadi prioritas dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan prestasi wushu di masa yang akan datang,” kata Airlangga Hartarto.

“PB Wushu Indonesia, senantiasa memberikan perhatian yang seimbang, antara atlet senior dan atlet junior. Pembinaan atlet junior merupakan jaminan akan terwujudnya pencapaian prestasi dunia yang berkesinambungan,” imbuh Airlangga.

Pria yang juga menjabat Menko Perekonomian ini juga dianggap sebagai pemimpin yang mampu mensinergikan antara pengurus wushu di pusat dengan di daerah.

Hal itu pula yang diakui Ketua Pengprov WI Jawa Timur,  Soedomo Mergonoto. Menurut dia, Pengprov WI Jatim memiliki jalinan komunikasi yang cukup baik dengan Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto. Setidaknya, kedua organisasi pusat dan daerah tersebut sering mengadakan rapat bersama.

“Hubungan dengan PBWI melalui sekretariat sudah sangat baik, dengan agenda Raker secara rutin juga akan mempererat hubungan antara Pengprov dan PBWI,” kata Soedomo Mergonoto.

Saat ini, banyak daerah yang mampu mencetak atlet hingga berprestasi nasional bahkan internasional. Ini semua berkat arahan Airlangga Hartarto. Capaian itu harus dipertahankan oleh daerah dan derah perlu bersunergi dengan pusat.

“Harus bersinergi, antara Pengprov dan PBWI harus saling bersinergi untuk menentukan program-program pembinaan dan berbagai kegiatan lainnya. Dengan sinergi yang bagus, maka program daerah dan program nasional dapat berkelanjutan dan saling menguntungkan,” ungkapnya.

Sasana di Indonesia juga merasakan apa yang dijalankan PW WI yang dikendalikan Airlangga cukup baik. Terobosan-terobosan bisa dirasakan langsung oleh sasana di daerah-daerah.

Contohnya adalah Sasana Xiao Yao Surabaya yang sering mengikuti berbagai kejuaraan wushu secara virtual yang diadakan PB WI. Menurut pemilik sasana Probo Muljono, kejuaraan di tengah pandemi Covid-19 yamg diadakan PB WI berdampak positif terhadap perkembangan olahraga wushu di Indonesia.

“Sirkuit Wushu Taolu virtual itu telah membuka kran atlet yang tersumbat selama ini karena atlet dari sasana besar dan sasana kecil bisa bersaing untuk memperebutkan tempat di pelatnas. Ini pola pembinaan yang sangat baik dengan mengedèpankan kepentingan Sasana yang merupakan ujung tombak pembinaan,” jelasnya.

Tak salah jika Airlangga Hartarto dicintai para pelaku olahraga wushu di Indonesia.

Dalam kurun waktu tiga tahun sejak 2017 sampai 2020, Airlangga sudah mengantarkan atlet Indonesia berprestasi di tingkat internasional. Prestasi ini tak mampu disamai oleh cabang olahraga lain.

Sebagai contoh, awal menjabat Ketua Umum PB WI, Airlangga langsung mendampingi para atlet wushu bertanding di SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Malaysia. Berkat motivasi yang diberikan oleh Airlangga, tim wushu Indonesia berhasil membawa pulang 3 medali emas, 3 perak dan 3 perunggu. 

Satu tahun berikutnya atau pada tahun 2018, kejuaraan internasional yang diikuti atlet wushu Indonesia selalu memberikan hasil yang membanggakan. Tak pernah saat Airlangga mengirim atlet ke ajang luar negeri tanpa hasil. Semua yang diikuti selalu berbuah medali. 

Mulai dari Moscow Wushu Stars, Rusia (3 emas, 2 perak, 1 perunggu), The 7th World Junior Championship, Brazil (2 emas, 10 perak, 7 perunggu) hingga Asian Games 2018 Jakarta – Palembang. 

Sebut saja kejuaraan bertajuk The 15th World Wushu Championship di Shanghai, China, 17-24 Oktober 2019. Tim wushu Merah Putih mampu membawa pulang 3 emas dan 1 perunggu. Begitu pula saat Festival Wushu bertajuk The 5th China – Asean Wushu Festival 2019. Atlet Indonesia sukses meraih 4 emas, 1 perak dan 7 perunggu.

Kemudian pada SEA Games 2019 di Manila, Filipina, Indonesia meraih 9 medali. Rinciannya, 2 emas, 5 perak dan 2 perunggu. 

Di SEA Games 2021 Vietnam, wushu Indonesia juga berhasil memenuhi target pemerintah dengan sumbangan 3 emas, 9 perak dan 3 perunggu.

Hasil itu hanya kalah tipis dari tuan rumah Vietnam yang meraih 10 emas, 3 perak dan 7 perunggu.

Dengan keberhasilan di sejumlah kejuaraan tersebut, diharapkan juga menular kala Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 di ICE BSD Tangerang, 2-11 Desember mendatang.