JAKARTA, Indotimes.co.id – Persaingan ketat antar pecatur muda Indonesia kian seru pada turnamen caturJAPFA FIDE Rated 2025 katagori Open. Kali ini giliran pecatur FM Zacky Dhia Ulhaq (2303) yang memimpin perolehan angka, dengan torehan poin 6.
Hasil itu dicapai setelah Zacky memetik kemenangan atas pesaing terdekatnya CM Fabian Glen Mariano (2402) pada babak ketujuh yang berlangsung di Gedung Serbaguna Gelora Bung karno (GBK) Senayan Jakarta, Selasa (13/5) petang.
Sukses Zacky tak.lepas;dari tambahan dua poin yang diraihya pada hari keempat pertandingan Selasa (13/5), yaitu pada babak keenam dan babak ketujuh. Pada babak keenam, yang digelar Selasa pagi, Zacky sukses menundukkan pecatur Rian Kapriaga (2086),dan berlanjut kemenangan di babak ketujuh atas Fabian pada Selasa petang.
Sementara itu Fabian yang gagal mempertahankan posisinya, harus puas berada di peringkat kedua klasemen sementara dengan poin 5,5.
Menyusul diposisi ketiga FM Daniel Hermawan Lumban Tobing (2136), yang mampu menyodok di posisi lima besar, bersama Akmalnaidi Akbar (2148) dan Claudio Vargues Vasco Lasama (2112) dengan Raihan poin 5.
Diikuti IM Mohamad Ervan (2376) di peringkat 6, serta dua pecatur muda, IM Nayaka Budhidarma (2390) dan FM Satria Duta Cahaya (2416) juga dengan poin 5, diperingkat 7 dan 8.
Untuk kagori Challenger, pimpinan klasemen dikusai pecatur Ray Mclung Gunawan (1987) dengan poin 6,5, disusul Aris TLS (2956) diposisi kedua dengan poin 6,5, serta Agus Sugianto di posisi ketiga dengan poin 6.
Menyusul dibawahnya Zata Dirayati Adani (1764) serta Shafira Devi Herfesa (1983) juga dengan poin 6, diposisi ke keempat dan kelima.
Sementara itu Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) GM Utut Adianto kembali menegaskan penguatan karakter menjadi hal penting bagi pecatur muda.
Hal itu disampaikan GM Utut seusai memberikan clinic kepada para pecatur muda di sela-sela Turnamen Japfa Fide Rated 2025, di Gedung Serbaguna GBK Senayan Jakarta.
“Ya saya bersyukur kalau memang para pecatur muda bisa tampil baik di turnamen ini. Karena artinya yang muda-muda juga sudah bisa mengimbangi yang senior,” ujarnya.
GM Utut menambahkan, kalau dibanding olahraga lain, catur prestasinya bagus. Kemarin juara zonal Asia, Namun i impian kita (PN Percasi) bukan di sana. “Impian kita di kelas dunia. Nah, India sudah punya juara dunia, Tiongkok juga sudah,” imbuhnya.
Hal itu lanjutnya lebih karakter orang yang mau maju. “Kalau kita ini kan sekarang bangsa yang paling pandai menyalahkan orang, bangsa yang paling banyak menghujat. Makanya saya di catur, saya larang. Jadi penguatannya karakter, orang kita diberi kesempatan berdasarkan prestasi,” tegas Utut.
Seleksi JAPFA for Kids
Sementara itu selain mendukung PB Percasi dengan berbagai kompetisi, JAPFA tetap berkomitmen mencari bibit-bibit catur via kegiatan JAPFA for Kids. Tahun ini sejumlah 16.000 siswa akan mengikuti seleksi catur untuk bisa dibina oleh JAPFA Chess Club.
“JAPFA Chess Club menjadi muara program JAPFA for Kids untuk membina pecatur masa depan Indonesia,” ungkap R. Artsanti, VP-Head of Social Investment JAPFA.
Ditengah berlangsungnya Turnamen JAPFA Fide Rated 2025, Artsanti mengakui pihaknya tidak pernah merasa lelah untuk menjalankan program JAPFA for Kids diseluruh kota Indonesia, karena keinginan besar melahirkan atlet (pecatur) yang sehat serta berkarakter.
Artsanti menambahkan, pihaknya pada 6 Mei lalu berhasil terseleksi 25 siswa dr 14 sekolah di Lintau Buo (total siswa 1.161) yg nantinya akan dibina, sementara besok lusa tgl 15 Mei akan diseleksi dr 13 siswa dg total siswa 2.751.
Kedepan masih ada di Tenggarong, Tegal, Gorontalo Utara, Kotawaringin Barat, Banyuwangi, Bogor & Enrekang untuk dilakukan seleksi catur bagi para pelajar.