Al Hadi Ajak Kalangan Pengusaha Dukung Pengembangan Usaha Agrobisnis
Ketum DPP Apjakindo Jasmani Al Hadi melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Agrobisnis Al Ittifaq Ciwidey Bandung Selatan, Selasa (11/2017).

JAKARTA, Indotimes.co.id – Di luar kesibukannya mengurus bisnis dan menahkodai induk organiasi usaha nasional, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Jasa Kontruksi Indonesi () Jasmani Al Hadi masih menyempatkan diri menyambangi di Ciwidey, Selatan.

“Ini bagian dari kegiatan kita, yaitu dalam rangka studi banding dan kunjungan ke pondok pesantren Al ittifaq. Di Pondok Pesantren Al Ittifaq ini, para santri tidak hanya diajari mengaji ataupun belajar ilmu agama, sebaliknya mereka dibina dengan kemampuan usaha terutama di sektor pertanian atau agribisnis,” kata Al Hadi usai kunjungannya di Bandung, Selasa (11/7/2017).

Bahkan, saat ini dari usaha agribisnis yang dilakukan para santri tersebut mampu memasok produk sayur-mayur ke pasar-pasar modern di Bandung hingga ke luar wilayah bahkan ke Jakarta.

“Bagi pelaku usaha, ini bisa menjadi model pengembangan dan disentuh dengan teknologi modern. Hasilnya, jelas bisa mengurangi ketergantungan kita terhadap komoditas pertanian impor yang selama ini terus bertambah,” ujar Al Hadi.

Baca juga :  Presiden Serahkan Hutan Tanaman Rakyat kepada 7 Koperasi

Dia berharap jajaran pelaku usaha yang bergerak di berbagai sektor dapat memberikan dukungan nyata terhadap perkembangan dan kemajuan sektor agrobisnis dengan menyerap hasil produksi dan pertanian tersebut. “Kita dorong agar pengusaha pribumi mau memberikan dukungan konkret, bisa saja dengan menyerap hasil produksi pertanian maupun memberikan bantuan untuk pengembangan usaha agrobisnis secara bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR),” kata Al Hadi.

Seperti diketahui, unit usaha agribisnis yang berhasil dikembangkan pondok pesantren yang didirikan KH Mansyur pada 1 Februari 1934 tersebut tidaklah diraih dalam waktu yang singkat dan tanpa perjuangan.

Pada 1953 kepemimpinan diteruskan oleh H Rifai hingga wafatnya pada 1970 yang kemudian dipegang oleh KH Fuad Affandi (cucu KH Mansyur) hingga kini.

KH Fuad Affandi menerapkan pendidikan yang lebih modern, sejak 1970 mencoba memadukan antara kegiatan keagamaan dengan kegiatan usaha pertanian atau agribisnis di pesantren yang terletak di Kampung Ciburial, Desa Alamendah, Kecamatan Ciburial itu.

Baca juga :  Kemenkop Rumuskan Pola Kerja Sama Pembangunan Koperasi Berkelanjutan

Pemilihan untuk mengembangkan usaha agribisnis tersebut karena sesuai dengan potensi alam yang ada di sekitar pesantren yakni wilayah pegunungan berhawa sejuk.

Selain itu, KH Fuad Affandi menilai sektor pertanian sesungguhnya merupakan berkat yang paling besar karena sektor ini mampu menghidupi beratus-ratus makhluk hidup dari mulai serangga, binatang hingga manusia. (chr)