TANGERANG SELATAN, Indotimes.co.id — Pengembang properti terkemuka, PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) menggelar paparan publik (Public Expose) tahunan pada Selasa (30/6) di Grand Zuri, BSD City, Tangerang Selatan.
Public Expose digelar dalam rangka memenuhi Peraturan PT Bursa Efek Indonesia No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
Kegiatan tersebut dihadiri secara langsung oleh jajaran Direksi GRIA, yakni Direktur Utama Khufran Hakim Noor, Direktur Operasional Bambang Eko Prabowo dan Direktur Keuangan Hugofeber Parluhutan, dan Corporate Secretary Eka Maolana Yusuf.
Dalam kesempatan itu, Dirut GRIA Khufran Hakim Noor memaparkan pencapaian kinerja Perseroan tahun 2025 dan sejumlah strategi bisnis GRIA (outlook 2026).
Selain itu disampaikan juga rencana serta komitmen berkelanjutan GRIA dalam rangka memperkuat fundamental Perseroan di bidang pemenuhan kebutuhan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Sepanjang tahun 2025, GRIA mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif sekaligus menandai penguatan kinerja keuangan Perseroan. Hingga Desember 2025, GRIA berhasil meningkatkan laba bersih sebesar 32,21% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 5,79miliar,” ujar Hugofeber Parluhutan.
Sementara Laba Bersih yang berhasil dicatat untuk Tahun Buku 2025 adalah sebesar Rp 7,65miliar.
“Hal ini menunjukkan kinerja keuangan Perseroan yang menguat dan stabil dengan mencatatkanpenjualan sebesar Rp69,06miliar dari tahun sebelumnya Rp 65,02 miliar di tahun 2024,” papar Hugofeber Parluhutan.
Kenaikan pendapatan dan Laba Bersih ini dikontribusi oleh kebehasilan Perusahaan dalam melakukan efisiensi dan kenaikan penjualan unit perumahan yang dikembangkan oleh GRIA.
Dari sisi strategi bisnis, GRIA berkomitmen untuk terus menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Komitmen ini juga sejalan dengan upaya GRIA dalam mendukung program pembangunan nasional, khususnya program 3 Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
GRIA percaya bahwa keterlibatan aktif sektor swasta, termasuk pengembang properti, merupakan elemen penting dalam merealisasikan target penyediaan hunian layak bagi seluruh rakyat Indonesia.
Baca Juga: Menteri Maman: Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro Wujud Kehadiran Negara
Direktur Utama PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk, Khufran Hakim Noor menjelaskan bahwa komitmen berkelanjutan GRIA tersebut diimplementasikan dalam bentuk peningkatan aspek kualitas bangunan, pengembangan kawasan yang ramah lingkungan, serta penguatan tata kelola perusahaan yang baik.
GRIA juga memastikan seluruh proyek perumahannya kini mengusung konsep rumah pintar (smart home). Konsep ini diwujudkan melalui penyediaan jaringan internet (ISP), air bersih, dan listrik yang terintegrasi sejak awal perencanaan. Hal ini disiapkan untuk mendukung produktivitas penghuni yang ingin bekerja atau belajar dari rumah.
“Pengalaman kami selama 13–14 tahun di bidang ini membuktikan bahwa 99,9 persen proyek kami bebas banjir dan tidak pernah kekurangan air,” ujar Khurfan.
Terkait daya beli masyarakat, Khufran menjelaskan bahwa sektor rumah subsidi saat ini sangat diuntungkan oleh berbagai stimulus pemerintah, mulai dari subsidi pusat, daerah, BP Tapera, hingga skema Asabri untuk TNI/Polri.
Terlebih, harga rumah subsidi dinilai stabil dan belum mengalami kenaikan signifikan.
Ia pun mengimbau para kepala keluarga muda, khususnya yang telah berusia di atas 21 tahun, untuk memanfaatkan kuota rumah subsidi yang melimpah dalam program pemerintah.
“Pesan saya untuk kepala keluarga yang belum memiliki rumah, belilah rumah subsidi sebagai rumah pertama. Bunganya flat hanya 5 persen hingga 20–30 tahun. Ini adalah langkah terbaik untuk melawan inflasi karena nilai aset rumah akan terus naik, berbeda dengan kendaraan yang nilainya menyusut. Belilah rumah subsidi, dan belilah di Ingria,” tandasnya.