Komitmen United E-Motor Produksi Kendaraan Listrik Dalam Negeri.

BOGOR, Indotimes.co.id  — PT. Terang Dunia Internusa melalui produknya United E-Motor, berkomitmen untuk berperan serta dan berkontribusi besar terhadap perkembangan produksi kendaraan listrik dalam negeri. Sejak peluncuran resminya di akhir tahun 2020, berbagai terobosan dan inovasi telah dipersiapkan United E-Motor lewat produk dan teknologi yang dihasilkan.

United  E-Motor dalam produksinya berkomitmen penuh memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) . Selain itu produksi sepeda motor betenaga listrik yang mereka hasilkan
selaras dengan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

Direktur PT. Terang Dunia Internusa, Andrew Mulyadi menjelaskan bahwa United E-Motor siap untuk berkompetisi dalam industri motor listrik nasional. Hal ini karena United E-Motor merupakan motor listrik produksi nasional. dengan kualitas tinggi, bergaransi, inovatif, terjangkau dan siap bersaing dengan produk motor listrik luar negeri.

“Dan yang tak kalah penting, United E-Motor adalah produk yang eco-friendly. Hal ini selaras dengan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060,” ungkap Andrew Mulyadi dalam acara “Pemanfaatan Motor Listrik dan Peningkatan Kemampuan Produksi Motor Listrik Nasional”, Kamis (25/8) di Kawasan Industri Branta Mulia, Kampung Sabur, Desa Tarikolot, Citeureup – Bogor, Jawa Barat.

“United E-Motor telah merilis tipe teranyarnya, yaitu T1800. Ke depannya, siap diluncurkan beberapa model yang bervariasi dan lebih dinamis, serta fitur-fitur yang up-to-date.” imbuhnya.

Menurut Andrew, produk United E-Motor memiliki persentase Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang cukup besar, sehingga tidak diragukan lagi bahwa produk United E-Motor telah menciptakan multi-player effect yang banyak untuk mendukung perekonomian nasional.

Andrew menjelaskan, saat ini PT Terang Dunia Internusa telah diperkuat oleh tim yang solid dan kompeten di bidangnya masing-masing. Untuk lebih memperkuat lagi, maka pihaknya berencana menunjuk PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (SBI) sebagai distributor resmi untuk produk United E-Motor.  Perusahaan distribusi ini sudah tercatat di lantai bursa tersebut (kode saham ‘BIKE’).

Menanggapi hal ini, Komisaris Utama PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk, Henry Mulyadi mengaku siap ambil bagian dalam gerakan revolusioner pemasaran motor listrik di Indonesia. Pihaknya juga berbangga nantinya bisa turut mendukung perluasan distribusi terhadap motor listrik, khususnya United E-Motor. Untuk itu, SBI akan menyiapkan berbagai strategi yang berfokus pada jaringan distribusi hingga ke seluruh wilayah tanah air.

“Kami akan memasarkan lewat jaringan yang sudah kami bangun dalam memasarkan sepeda. Ditambah berbekal semangat nasionalisme yang tinggi, SBI mendukung penuh penyebaran motor listrik produksi dalam negeri ini,” tegasnta.

Dukungan Pemangku Kepentingan

Sinergi yang baik antara para stakeholders memiliki peranan yang penting tujuan pengembangan motor listrik nasional, oleh karena itu diadakannya diskusi sekaligus kunjungan Dewan Energi Nasional (DEN) dan Badan Riset & Inovasi Nasional (BRIN), serta pihak-pihak terkait lainnya, pada hari ini, Kamis, 25 Agustus 2022.

Direktur PT. Terang Dunia Internusa, Andrew Mulyadi, kembali menjelaskan bahwa dalam acara ini  telah hadir 30 lebih produsen komponen motor nasional di seluruh Indonesia.  “Dengan kebersamaan ini diharapkan bisa menghadirkan kualitas motor listrik yang handal dan meningkatkan TKDN melalui pemgembangan investasi masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, Sekjen Dewan Energi Nasional, Djoko Siswanto, mengatakan subsidi BBM untuk motor listrik itu sangat signifikan. Sehingga kehadiran motor listrik selain bisa menekan emisi gas buang juga bisa menekan subsidi BBM.

“Ini sesuai harapan Pemerintah harus direalisasikan secepatnya sehingga DEN sangat mengapresiasi kehadiran industri motor listrik nasional apalagi design engineering terus dikembangkan,” ujarnya saat acara diskusi.

Senada, Kepala Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi BRIN, Cuk Supriyadi Ali Nandar juga sangat mengapresiasi kehadiran pabrik motor listrik di Indonesia. Terlebih dengan adanya sinergi nyata antara industri motor listrik dan komponen, peneliti, serta dunia akademisi. Model sinergi semacam ini yang bisa melahirkan terobosan teknologi untuk  mendukung peningkatan TKDN.

“Melalui sambung ide dan sambung karya dalam kebersamaan akan membuat Indonesia mampu memproduksi motor listrik nasional.” pungkasnya.