Operasi Gratis, Tambang Emas Martabe Berantas Kebutaan Katarak di Sumut
Direktur Operasional Tambang Emas Martabe, Ed Cooney, meneteskan obat tetes mata kepada para pasien operasi katarak pada rangkaian program operasi katarak gratis di Rumah Sakit Tentara Padang Sidimpuan, Tapanuli Selatan, Jumat (9/12/2016).

JAKARTA, Indotimes.co.id menggelar program bertajuk ‘Buka Mata Lihat Indahnya Dunia’ yang dilaksanakan di Rumah Sakit (RS) Tentara Padang Sidimpuan, Kamis-Minggu (8-11/12/2016).

Seluruh rangkaian program ini diselenggarakan bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan A New Vision, didukung Kodam I Bukit Barisan.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung upaya memberantas kebutaan di Sumatera Utara, khususnya di Tapanuli Selatan dimana Tambang Emas Martabe beroperasi. Tahun ini, kami memberi kesempatan kepada 1.500 mata agar dapat melihat kembali indahnya dunia dan hidup lebih produktif,” kata Presiden Direktur Tambang Emas Martabe Tim Duffy, saat melepas pasien yang selesai dioperasi untuk pulang ke rumahnya masing-masing di RS Tentara Padang Sidimpuan, Tapanuli Selatan.

Sebelumnya, diadakan Pekan Informasi Katarak di empat lokasi pada tanggal 7 November 2016 di Makodim Rantau Prapat dan Makodim Tarutung serta 8 November 2016 di Makodim Kotanopan, dan Puskesmas Rawat Inap Batang Toru.

Baca juga :  Jaringan Induk KUD Harus Diperkuat Sampai Daerah

Sementara itu, pemeriksaan mata (screening) telah dilaksanakan pada Rabu (7/12) di Makodim Padangsidimpuan Tapanuli Selatan. Hingga, Kamis 8 Desember 2016, yang telah mendaftar sebanyak 448 orang dan yang telah dioperasi sebanyak 168 mata dari 126 pasien katarak.
Tim menambahkan, katarak dapat terjadi pada semua orang, termasuk bayi dan anak-anak, dan tidak terbatas pada orang dewasa saja.

“Selama lima tahun penyelenggaraan program ini, kita menyaksikan bagaimana penyakit katarak berpengaruh kepada seluruh lapisan masyarakat mulai usia termuda umur delapan bulan hingga usia tertua 108 tahun,” ujar Tim.

Mereka yang belum mendapat kesempatan operasi gratis di RS Tentara Padang Sidimpuan, dapat melaksanakannya di RS Putri Hijau Medan, tanggal 13-15 Desember 2016 mendatang.

Katarak bukan kutukan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Statistik menunjukkan bahwa 4 dari 5 orang buta, menderita katarak, yang dapat disembuhkan. Katarak yang tidak disembuhkan menjadi salah satu faktor pemicu kemisikinan, dan mempertinggi tingkat kemiskinan.

Baca juga :  Holding BUMN Energi Khianati Cita-Cita Pendiri Bangsa

Sekitar 4.356 orang (4.668 mata) telah menjalani operasi katarak dengan metode penggantian lensa intraokuler secara cepat dan aman dengan tingkat keberhasilan 100 persen melalui program ‘Buka Mata Lihat Indahnya Dunia’ sejak tahun 2011.

Selama program sosial operasi katarak gratis dilaksanakan sejak 2011, 2012, 2014, dan 2015, Tambang Emas Martabe telah melaksanakan sosialisasi dan pelatihan bagi para kader penyuluh dan tenaga medis di beberapa kota di Sumatera Utara.

Lebih dari 4.700 anggota masyarakat telah difasilitasi untuk mendapatkan pemahaman dasar mengenai Katarak melalui Pekan Informasi Katarak dan lebih dari 12.823 orang mendaftar untuk pemeriksaan mata gratis. Secara total, lebih dari 22.000 orang telah memperoleh manfaat dari seluruh rangkaian program ini.

Data Kementerian Kesehatan RI 2015, penduduk Indonesia memiliki kecenderungan menderita katarak 15 tahun lebih cepat dibanding penduduk di daerah subtropis, sekitar 16-22 persen penderita katarak yang dioperasi berusia di bawah 55 tahun.

Baca juga :  Koperasi Citra Kinaraya Bertekad Jadi Penyuplai Beras Nasional

Di Sumatera Utara diperkirakan ada 170 ribu–200 ribu akumulasi kebutaan katarak. Setiap tahun terdapat tambahan 17.000 kasus kebutaan katarak. Katarak dapat disembuhkan melalui operasi, sementara jumlah operasi katarak yang dilakukan tidak melebihi dari 10 ribu per tahun. (chr)