JAKARTA, Indotimes.co.id – Berdasarkan data Kementerian dan Usaha Kecil Menengah ( ), jumlah UMKM Indonesia pada 2018 berjumlah 64 juta usaha, dengan kata lain mewakili 23,9 persen populasi Indonesia.

Pada 2020, PDB nasional 2020 UMKM memberikan kontribusi sekitar 61,07 persen. Cukup besar, namun ekspornya hanya sebesar 4,09 persen dari total nilai ekspor Indonesia. Sangat kecil bila dibandingkan negara tetangga di Asia Tetangga, yang sudah tembur double digit seperti Thailand sebesar 29 persen dan Malaysia 17 persen.

Presiden Joko Widodo sendiri secara spesial memberikan perhatian terkait bagaimana para UMKM Indonesia bisa naik kelas, bisa go international, bisa berkontribusi lebih besar menghasilkan devisa negara.

62trade.com sebagai platform cross border trading, hadir sebagai fasilitator bagi UMKM Indonesia untuk melakukan ekspor. Baik yang memang sudah pernah melakukan ekspor, atau pun mereka yang sama sekali belum pernah ekspor. 62trade.com memberikan solusi bagi rekan-rekan UMKM, yang sifatnya tailor made.

Baca juga :  Lewat Program CSR, Sinar Mas Land Bantu Bedah Masjid dan Mushalla di Tangerang

Ada banyak solusi yang ditawarkan, bila masalahnya adalah kurang luasnya pasar luar negeri, maka 62trade.com akan membantu mencarikan pembeli di benua yang bahkan belum tergarap.

Kemudian jika masalahnya adalah modal kerja, maka 62trade.com (bersama fintech partner) akan membantu dari sisi permodalan. Bahkan hingga UMKM tersebut kurang bisa berkorespondensi karena kendala bahasa, 62trade.com siap memberikan dukungan, membantu mereka menjadi titik kontak bagi pelanggan dari luar negeri.

Platform cross border trading ini diluncurkan secara daring, Senin (20/12) dengan menghadirkan narasumber yang kompeten, dan diisi dengan acara berbagi pengalaman sekaligus pengetahuan kepada yang hadir para pelaku UMKM Indonesia.

Dr Sastia Prama Putri, salah seorang diaspora Indonesia yang ada di Jepang turut hadir. Sastia pada pekan lalu diangkat menjadi Ketua Umum – Ikatan Imuwan Indonesia International. dan berhasil membawa produk makanan khas Indonesia yaitu tempe untuk diekspor secara rutin ke Jepang. Hal yang membanggakan sekali mengingat market Jepang adalah market yang unik, perlu usaha lebih untuk dapat di terima pasar Jepang.

Baca juga :  Kemenkop Dorong Pengembangan Ekonomi Syariah di Kalangan Mahasiswa

Platform 62trade.com menurut beliau akan membantu kecepatan dari eksposur produk-produk UMKM Indonesia terhadap komunitas pembeli luar negeri. Sesuatu yang sebelum era digital sulit sekali dinikmati oleh pelaku usaha Indonesia. Lebih dari itu platform 62trade membuat pembeli dan penjual memiliki tempat virtual ber transaksi yang aman dan trustworthy.

Rudy Chandra, Direktur PT Global Armada Logistic berharap platform 62trade.com bisa digunakan dan diakses oleh semakin banyak UMKM dan industri lain.

Hal senada diungkapkan oleh Carlo Lukman, CEO 62trade.com. “Saya ingin 62trade.com menjadi most preferred digital cross trading platform bagi para UMKM di seluruh Indonesia, karena simple dalam penggunaan, terpercaya dan memberikan solusi bagi mereka.” tandasnya.