JAKARTA, Indotimes.co. id – Universitas Budi Luhur (UBL) berkomitmen memperkuat program beasiswa atlet, sebagai bagian mendukung pembinaan mahasiswa berprestasi, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan prestasi olahraga nasional.

“Beasiswa atlet ini jadi maskot kami. Sekarang cabang olahraganya sudah cukup lengkap, mulai dari bulu tangkis, pencak silat, bola voli, futsal, taekwondo, sepak bola, e-sport, bola basket, karate, panjat tebing hingga panahan,” kata Rektor Universitas Budi Luhur Prof Agus Setyo Budi dalam konferensi pers bertema ‘Budi Luhur University Go Global, Local Roots Global Impact’ di Jakarta, Kamis (5/3).

Agus Setyo menjelaskan, para mahasiswa penerima beasiswa atlet kerap berkontribusi terhadap prestasi olahraga nasional. Dia mencontohkan prestasi terbaru yang ditorehkan atlet panahan Akhmad Khoirul Basith yang meraih emas di SEA Games 2025.

Mahasiswa UBL juga kerap memperkuat kontingen Provinsi DKI Jakarta dalam berbagai ajang olahraga nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).

Ditambahkannya, ketika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membutuhkan atlet untuk kompetisi nasional, pihaknya sering diminta memberikan kontribusi atlet yang telah melalui proses seleksi nasional. “Kalau Provinsi DKI memerlukan atlet, misalnya untuk PON, biasanya mereka menghubungi UBL untuk dimintakan kontribusi atletnya, tentunya melalui seleksi nasional,” imbuhnya.

Selain memberikan beasiswa, kampus juga menyediakan fasilitas latihan bagi para atlet, baik di lingkungan kampus maupun di lokasi pemusatan latihan saat mengikuti pemusatan latihan nasional. Seperti  fasilitas latihan panahan milik UBL di Bogor yang turut dimanfaatkan oleh atlet dari Pemerintah Kota Bogor sebagai tempat latihan.

“Kami menyediakan sarana latihan baik di kampus maupun di tempat pemusatan latihan ketika mereka mengikuti training camp nasional. Dari sisi pembelajaran juga kami dukung,” ungkapnya pula.

Selain panahan, UBL juga dikenal lewat cabang olahraga futsal dan bola basket. Begitu juga dengan cabang olahraga lain seperti voli, bulu tangkis, karate, taekwondo, dan pencak silat,  yang  terus dikembangkan melalui program pembinaan atlet di lingkungan kampus.

Selain mendukung prestasi olahraga, lanjut Agus Setyo, pihaknya juga tetap mendukung penuh para atlet dari sisi pembelajaran sehingga mereka tetap dapat mengakses pendidikan tinggi secara memadai.

Budi Luhur Go lInternasionsl

Sebelumnya Prof Agus Setyo Budi juga menjelaskan kalau UBL telah
menyasar  tingkat internasionalisasi dalam pelaksanaan seluruh program-programnya. Dengan peningkatan dalam penjajakan kemitraan ke tingkat internasional, dimana UBL kini dalam labelnya mengusung nama Budi Luhur University yang disingkat BLU.

BLU menjadi nama atau label baru, khususnya di tingkat internasional, dengan menggandeng para mitra pendidikan dari berbagai negara..

Menurut Agus  Setyo pihaknya akan mengarahkan seluruh program yang ada di Kampus Budi Luhur ke arah Internasionalisasi dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di tanah air, khususnya di Kampus Budi Luhur.

“Internasionalisasi ke depannya. Semua program muaranya akan internasionalisasi. Untuk itu semua kegiatan seperti seminar, conference akan mengarah ke sana,” jelasnya.

Budi Luhur  bersama  mitra-mitra  yang ada di luar negeri bekerja sama dan  kolaborasi di bidang pendidikan. “Mitra kita yang ada di luar negeri akan memanfaatkan kerjasama ini, seperti negara Jepang, Korea, Taiwan, Malaysia, serta Turki untuk berkolaborasi,” paparnya.

Meski terus meningkatkan kolaborasi dengan mitra- mitra dari luar negeri, Budi Luhur juga terus mengoptimalkan kolaborasi dengan para mitra lokal dengan tetap menjaga qualified.

“Semua program kita, bagaimana caranya melalui qualified. Kita seminar dapat publikasinya, penelitiannya, dananya dan mahasiswanya kita ikut sertakan. Jadi jika kita membuat event, harus multi event karena harus berdampak khususnya kepada masyarakat. Kita ingin membangun dengan program pengetahuannya, ini yang diperdalam,” tandasnya.