Advertisement

SUKOHARJO, Indotimes.co.id  – Petenis Indonesia, Joachim Mika Gunawan (17 tahun) mengusung misi revans atas unggulan kedua dari Amerika Serikat, Brandon Duan (16) pada semi final pekan kedua DETEC International Junior Championship, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (5/6).

Pada pekan pertama turnamen resmi ITF (International Tennis Federation) lalu, di Stadion Tenis Gelora Merdeka, Sukoharjo, Mika mesti mengakui keunggulan Brandon, 5-7, 3-6.

“Besok aku coba main berani. Enggak takut-takut. Commit sama game planku. Aku juga hati-hati serve-nya. Kekuatan utamanya. Pas ketemu pertama, return-ku terlalu bernafsu, ya. Cepet-cepet mau neken. Jadi, besok akan coba neutralize bolanya dulu baru nyerang,” ujar Mika, siswa Life Community School, Jakarta Barat.

Mika juga mengantisipasi tembakan ke arah backhand dari petenis kidal asal Negeri Paman Sam itu. Dirinya mengaku akan lebih waspada dalam menjaga sisi luar dengan mempersempit celah.

Advertisement

Strategi di atas merupakan upayanya untuk mencapai final tunggal keduanya dalam sirkuit junior ITF–prestasi terbaiknya ia bukukan pada turnamen selevel akhir tahun lalu pada ITF J30 Phan Thiết, Vietnam.

Pada perempat final, Kamis (4/6), Mika mengatasi kompatriotnya, Muchammad Azka Azzam Al-Arsyad (17), 6-4, 2-6, 6-1. Kemenangan rubber set ini pun memperlebar selisih head to head keduanya, Mika kini unggul 2-0. Pada pertemuan pertama mereka setahun lalu di turnamen yang sama, Mika menang dua set langsung, 7-5, 6-0.

“Jujur saja aku kesulitan tadi. Set pertama sudah leading 3-0 dan tersusul jadi 3-3. Dia awalnya gebuk-gebuk dan banyak mati sendiri. Habis itu, dia mulai slice, memainkan tempo. Aku sempat enggak sabaran. Sebelum akhirnya 6-4. ” ujar Mika.

Pada set kedua, Mika mengakui dirinya sempat lengah. Pukulan-pukulan pendeknya terlalu mudah buat dipotong. Game serve and volly-nya dipatahkan. Azka yang alami keram kaki pun melepaskan pukulan spekulatif yang sulit dikembalikan.

“Set terakhir, aku unggul fisik. Aku coba bikin poin-poin kecilnya lama. Bikin dia lari-lari sampai kecapekan,” ujar Mika, penggemar petenis Novak Djokovic.

Partai semi final tunggal putra lain memastikan tuan rumah mendapat satu tempat di partai final. Rafael Enrico Pribadi (14) menantang juara pekan pertama sekaligus unggulan keempat, Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong (17).

Pada perempat final, Rafael mengandaskan unggulan pertama, Alfaradu Sumirat (17), 7-6(4), 7-5, sementara Rafa menyudahi Komang Bagus Wahyu (14), 6-1, 6-4.

Dominasi tuan rumah pada kategori putra pun berlanjut ke nomor ganda. Bahkan, dua semi finalis tunggal, Mika dan Rafa ikut memperebutkan gelar ganda. Mika, berpasangan dengan Komang, menantang unggulan teratas, Rafa, berpasangan dengan Alfaradu Sumirat.

Pada semi final, Mika dan Komang mengatasi kompatriot, Rangga Wisnu dan Reavan Rio Suryana, 6-2, 6-1. Alfaradu dan Rafa mengatasi duet gado-gado, Tailan-Tiongkok, Napradh Lalai dan Haoxuan Xu, 6-2, 7-6(1).

Sementara itu, semi final tunggal putri dalam edisi kelima turnamen besutan DETEC menghadirkan dominasi petenis belia Asia Timur. Unggulan teratas asal Taiwan, Ke-Chieh Hsu (13) meladeni wakil Hong Kong, Lena Lin (14). Unggulan kedua asal Tiongkok, Xinran Yan (13) menghadapi unggulan ketiga asal Filipina, Jena Jelena Nicole Diaz (16 tahun).

Keempat petenis Asia tersebut mengalahkan wakil tuan rumah pada perempat final. Hsu melewati unggulan ketujuh, Quirina Trea (16 tahun), 6-1, 6-2. Lena menyudahi unggulan keempat, Lulwa Naswardhani (17 tahun), 6-3, 6-0.

Jena mengatasi unggulan kelima, Callista Rosiana (16 tahun), 6-4, 4-1 [Ret]. Yan hentikan unggulan keenam, Maula Saya (14 tahun), 6-2, 6-2.

Kendati demikian, harapan tuan rumah untuk mendulang trofi dari sektor putri belum pupus sepenuhnya. Duet finalis pekan pertama, Kaylee Tandjung dan Quirina Trea kembali menapakkan kakinya pada partai puncak ganda putri.

Unggulan keempat ini memenangkan duel senegara atas duet unggulan kedua, Callista Rosiana dan Lulwa Naswardhani, 6-4, 6-3.

Kaylee dan Quirina akan menantang unggulan pertama asal Asia Timur, Ke-Chieh Hsu dan Xinran Yan, yang mengatasi Assyifa Khansa Putri Raga dan Maula Saya, 7-6(4), 6-3.

Telah berpasangan di delapan turnamen, Kaylee dan Quirina mengincar trofi ganda ITF kedua mereka–trofi pertama mereka raih di turnamen selevel pada awal tahun, ITF J30 Bình Dương, Vietnam.

Advertisement