JAKARTA, Indotimes.co.id – Operator kompetisi :iga Indoensia I.League bakal menggelar turnamen baru bertajuk League Cup atau Piala Liga. Turnamen yang melibatkan  perserta dari ajang  kompetis Super League dan Championship ini rencananya akan dilaksanakan antara Oktober atau November mendatang.

Turnamen yang sebelumnya sempat di kenal dengan nama Piala Indonesia yang digelar oleh PSSI, tertakhir digelar pada tahun 2019, kini dihidukan Kembali dengan I.League sebagai penyelenggaranya.

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menjelaskan bahwa League Cup memiliki perbedaan mendasar dengan Piala Indonesia yang berada di bawah naungan PSSI.

Advertisement

Menurutnya League Cup dirancang sebagai ajang tambahan di luar kompetisi utama dan hanya akan diikuti oleh klub-klub dari Super League dan Championship. Turnamen baru ini sepenuhnya menjadi agenda kompetisi internal I.League dengan format yang disesuaikan untuk dua kasta tertinggi sepak bola nasional.

“League Cup berbeda dengan Piala Indonesia karena di bawah PSSI. Ini adalah turnamen baru yang kita siapkan, dan formatnya jelas hanya melibatkan klub di Super League dan Championship,” kata Asep dalam acara League Talk di Kantor I.League, Jakarta, Jumat (19/6/2026).

League Cup akan memiliki format yang spesifik dan terbatas pada klub-klub dari dua divisi teratas saja. Sementara, dahulu Piala Indonesia mencakup hingga tiga divisi dalam ekosistem kompetisi sepak bola nasional.

Baca Juga: 56 Klub Siap Bersaing di Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun  2026

Asep menjelaskan berbeda dengan Piala Indonesia, untuk League Cup hanya akan melibatkan klub yang bermain di Super League dan juga Championship. “Formatnya yang jelas memang hanya melibatkan klub Super League dan juga Championship,” jelas Asep.

Meskipun demikian, Asep belum mau menjabarkan lebih lengkap mengenai format daeu League Cup. Asep sedikit memberikan bocoran mengenai waktu pelaksanaan League Cup. Ia mengindikasikan bahwa turnamen akan digelar pada bulan Oktober atau November, meskipun detailnya masih dalam tahap persiapan lebih lanjut. “Untuk kapannya, belum kita siapkan secara detail, tapi gambarannya akan digelar sekitar bulan Oktober atau November,” imbuhnya.

Selain itu, struktur pertandingan League Cup juga dirancang untuk memberikan efisiensi dalam durasi kompetisi. Asep mengungkapkan, turnamen ini hanya akan berlangsung sekitar enam hingga tujuh pekan pertandingan. Dengan format tersebut, turnamen ini diharapkan dapat menjadi kompetisi singkat namun tetap kompetitif bagi seluruh peserta.

“Pada pembukaannya edisi pertama ini, dari slot yang ada, kita hanya akan ada sekitar 6 sampai maksimal 7 pekan pertandingan sampai menjadi juara,” tutur Asep Saputra.

Meskipun konsep dan format League Cup sudah disiapkan, Asep Saputra mengakui bahwa masih banyak detail teknis seperti regulasi masih perlu disempurnakan sebelum kompetisi dilaksanakan. Tim I.League terus melakukan persiapan untuk memastikan bahwa edisi pertama League Cup berjalan lancar dan profesional.

Asep menambahkan bahwa penyelenggaraan League Cup juga harus memperhatikan padatnya jadwal klub-klub Indonesia yang tampil di kompetisi domestik maupun internasional.

Baca Juga: Lewat Laga Super Ketat, Pelita Jaya  Jakarta Atasi Bogor Hornbills di Games 1 Final IBL 2026

Klub seperti Persib Bandung dan Borneo FC yang akan mewakili Indonesia di kompetisi Asia dipastikan akan mendapatkan penyesuaian jadwal khusus.

Menurutnya, pada musim depan sejumlah klub berpotensi tampil di empat kompetisi sekaligus, sehingga diperlukan pengaturan jadwal yang lebih fleksibel agar tidak mengganggu performa tim di berbagai ajang.

“Kami juga akan melakukan penyesuaian jadwal, terutama untuk klub yang bermain di kompetisi Asia seperti Persib dan Borneo FC, karena mereka akan menghadapi empat kompetisi sekaligus musim depan,” kata Asep.

Selain jadwal, I.League juga akan menyesuaikan regulasi pemain asing dalam ajang League Cup. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan dan aspek keadilan kompetitif, terutama ketika klub dari kasta berbeda saling bertemu.

Jika di Super League klub diperbolehkan menurunkan hingga 11 pemain asing, aturan tersebut tidak akan diberlakukan dalam League Cup. Pembatasan akan diterapkan agar pertandingan tetap memberikan ruang yang adil bagi klub dari Championship yang memiliki komposisi pemain asing lebih sedikit.

“Regulasi pemain asing juga akan disesuaikan. Tidak seperti di Super League yang bisa sampai 11 pemain asing. Di League Cup akan dibatasi agar ada unsur keadilan, terutama jika klub Super League bertemu klub Championship yang hanya memiliki tiga pemain asing,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui sebelum turnamen League Cup yang akan digelar tahun ini, turmanen serupa terkahir kali digelar pada musim 2018-2019. Kala itu ajang yang bertajuk Piala Indonesia diikuti oleh 128 tim dari tiga kasta kompetisi. PSM Makassar sukses merebut juara edisi tersebut usai mengalahkan Persija Jakarta di babak final yang diadakan dalam dua leg.

Bahkan jauh sebelunya pada era kompetisi Galatama, klub-klub sepak bola di Indonesia juga telah menggelar turnamen Piala Liga untuk pertama kalinya pada tahun 1985 hingga tahun 1994, seiring berkahirnya Kompetisi Galatama.

Setelah unifikasi kompetisi di musim 1994-95, Piala Indonesia sempat vakum dan kemudian PSSI kembali menghidupkan kompetisi ini dengan nama Copa Indonesia pada tahun 2005. Kemudian berlanjut mengganti nama menjadi Piala Indonesia pada tahun 2010 hingga berkahir pada tahun 2019.

 

Advertisement