
JAKARTA, Indotimes.co.id – Peluang Indonesia menjuarai Duel Match, JAPFA Chess Festival 2026 di bagian putra masih terbuka lebar menyusul keberhasilan MI Satria Duta mulai memetik kemenangan pada babak keenam pada pertandingan catur cepat, Jumat (4/9) malam, di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta.
Meski menang dibabak keenam, namun Satria Duta sempat mengalami kekalahan di babak kelima yang berlangungs Jumat (4/9) pagi d tempat yang sama. Pertandingan catur cepat yang berlangsung dalam dua babak, pada babak kelima, Satria Duta yang memiliki elo rating 2412 dan memegang buah putih, justru harus menelan pil pahit dan menyerah di langkah ke-53.
“Kalau mau nyari remis, bisa. Tapi saya berusaha menang. Karena sempat salah langkah, Saya kalah,” ujar Satria Duta, mengomentari kekalahannya di babak keima.
Kondisi inilah yang memicu Satria Duat, membalas kekalhananya tersebit pada babak keenam. Satria Duta bermain agresif di babak keenam. Kendati memainkan buah hitam, Satria Duta terus menekan lawannya, hingga akhirnya Khoung menyerah. Skor pertandingan pun menjadi 1 VP – 1 VP.
Duel Match mempertandingkan catur kilat atau blitz chess akan berlanjut Sabtu (6/9) pagi dan petang, memainkan babak 7 dan 8.Satria Duta berharaopbisa mengambil kemenangan di dua babak tersebut.
“Saya tak akan melihat partai-partai catur kilat yang telah dimainkan Khoung Dau. Karena catur kilat beda dengan catur klasik. Khoung juga pintar main catur kilat, ” tandasnya.
Sementara Duel Match di bagian putri, pecatur asal Kazakhstan, WGM Xeniya Balabayeva (2384), unggul 5 VP – 1 VP atasi pecatur Indonesia, Laysa Latifah (2213). Dari enam babak yang dipertandingan dari cartur standar atau klasik selama empat babak dan dua babak di catur cepat, Laysa tertinggal jauh dalam perolehan Victory Point (VP) dari lawanya tersebut.
Pengamat catur, Kristianus Liem menilai penampilan para pecatur muda Indonesia masih banyak kekurangan dibanding lawan-lawan mereka. Menurutnya babak kelima seharusnya Satria Duta menang. Sayangnya Dia agak lama berpikirnya dan sempat membuat kesalahan. Tapi peluang Duta untuk Memenangkan Duel Match masih ada,” kata Kristianus Liem. Dari enam babak yang berlangsung Khoung Dau masih unggul, 3,5 VP – 2,5 VP.
Sementara untuk Laysa dibanding Xeniya Balabayeva terlalu timpang. “Peluang Laysa memenangkan Duel Match, sangat kecil. Apalagi Xeniya kualitas permainan catur cepatnya, sangat baik,” ungkap Kristianus Liem.
Talk Show Pembinaan Pecatur Junior Indonesia’
Sementara itu melalui Talk Show bertajuk ‘Menggagas Kolaborasi Pembinaan Pecatur Junior Indonesia’ yang dipandu oleh News Reporter Kompas TV, Putri Oktaviani,yang berlangsung di arena JAPFA Chess Festival 2026, Jumat (4/9). PB Percasi memberikan apresiasi tinggi kepada JAPFA yang dinilai konsisten membangun ekosistem catur Indonesia. Mulai dari level pembibitan hingga jenjang internasional selama hampir tiga dekade.
“Saya berterima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi buat JAPFA. Karena JAPFA sangat konsisten dengan membangun ekosistem catur di Indonesia,” ujar Eka Putra Wirya, Dewan Pembina PB. Percasi.
Baca Juga: JAPFA Chess Festival 2026 : Satria Duta dan Laysa Latifah Kembali Bermain Remis di Babak Ketiga
Disisi lain pemilik Sekolah Catur Utut Adianto, SCUA itu juga menilai positif digelarnya talkshow ditengah JAPFA Ches Festiva ysng juga dihadiri pecatur putri senior WGM Medina Warda Aulia karena mampu memberikan edukasi khususnya bagi pecatur muda usia.
“Dan kalau kita lihat juga tahun 2025 JAPFA mendapat penghargaan ‘Distinguished Asian Sponsor’ dari Asian Chess Federation. Itu suatu tanda bahwa mereka juga melihat bagaimana sepak terjang JAPFA di dunia catur Indonesia,” ucap Eka Putra Wirya.
Sedang pihak JAPFA, VP-Head of Social Investment JAPFA, R Artsanti Alif mengatakan sangat berkomitmen mendukung kemajuan olahraga catur Indonesia, Bersama PB Percasi JAPFA berkolaborasi untuk melahirkan para pecatur tanguh dimasa depan.
“28 tahun hubungan kami dengan Percasi kami jaga dengan baik, makin lama semakin akrab. Keberlanjutan itu ada karena komunikasi yang baik,” ujar R. Artsanti Alif.
Selain itu JAPFA bersama PB Percasi akan menggelar pemusatan latihan terpadu bertajukChess Camp. Sebanyak 12 pecatur muda terbaik hasil seleksi JAPFA For Kids bakal digembleng mulai 7 September hingga 16 Oktober mendatang.
Ditegaskannya, program pembinaan ini tidak hanya fokus pada taktik di atas papan catur, tetapi juga meliputi ketahanan fisik, psikologi, serta asupan gizi seimbang. “Akan ada 12 siswa melakukan chess camp dari tanggal 7 September hingga 16 Oktober. Pembinaan fisik, psikologi, dan pola makan yang sesuai karena kalau tidak makan yang baik mereka tidak bisa berpikir dengan benar,” pungkas Artsanti Alif..













