Advertisement

JAKARTA, Indotimes.co,id – GM Novendra Priasmoro (2408) memimpim perolehen poin klasemen sementara katagori open JAPFA FIDE Rated Chess Tournament 2026, dengan 4,5 poin kemenangan (VP). Hasil dicapai pecatur asal DKI Jakarta ini, setelah memenangkan pertandingan babak kelima atas Stevanky (2205) yang berlangsung di Tavia Heritage Hotel Cempaka Putih,  Jakarta, Sabtu (23/5) malam.

Novendra bersaing ketat dalam perolehan poin sementara dengan rekannya di timnas catur, IM Muhammad Lutfi Ali (2340) yang juga mengemas 4,5 VP, namun Novendra unggul dalam nilai solkoff atas Lutfi.

Sukses Noventara meraih tambahan satu poin di babak kelima, dicapai dengan tidak mudah, melalui pertandingan seru karena alotnya perlawanan dari Stevanky dalam laga yang berlangsung hingga 65 langkah.

Diakuinya laga melawan Stevanky tidak berjalan  mudah. Stevanky, yang merupakan juara Kejurnas tahun lalu, memberikan perlawanan yang sangat gigih dan memaksa pertandingan berjalan dinamis hingga akhir. “Pertandingannya alot, dia bagus mainnya. Sempat bolak-balik (posisinya) bahkan hampir remis tadi karena sisa waktu tinggal tiga menit terakhir,” ungkap Novendra

Advertisement

Tampil dengan pembukaan Rossolimo, Novendra mengakui sebenarnya sudah unggul sejak awal laga, karena seluruh buah caturnya aktif bergerak. Namun, ia sempat dibuat bingung untuk mencari langkah terbaik guna mengonversi keunggulan tersebut. Meskipun sempat dibuat repot oleh struktur pertahanan Stevanky, Novendra akhirnya berhasil menyudahi permainan dengan kemenangan di langkah ke-65.

Menghadapi babak keenam, Senin (25/5), Novendra, langsung menghadapi tantangan berat, karena harus bertemu pesaing sekaligus rival lamanya sejak kecil, IM Muhammad Lutfi Ali.

Diakuinya tidak mudah untuk  mengalahkan Lutfi, karena dia tipikal pemain yang sangat ulet dan sulit untuk ditembus. Untuk itu, dibutuhkan faktor kesabaran. tipikal pemain yang sangat ulet dan sulit untuk ditembus. “Lutfi itu ulet, kayak susah ditembus gitu. Sementara aku kan tipikal orang yang suka main taktis. Kadang kalau sudah kebanyakan ‘buang’ perwira atau pion, akhirnya malah kalah. Jadi untuk besok harus ekstra hati-hati dan lebih sabar,” tutur Novendra seusai pertandingan

Meskipun menyandang gelar Grandmaster (GM) sementara sang calon lawan bergelar International Master (IM), Novendra menegaskan tidak merasa terbebani secara psikologis. Bagi pecatur andalan Indonesia ini, status gelar di atas kertas tidak menjadi jaminan di atas papan catur. “Enggak ada beban sih, main biasa aja besok. Aku juga enggak pernah terlalu melihat gelar atau rating (lawan). Yang penting sabar dan main yang bagus saja,” ungkap Novendra.

Sementara itu untuk katagori  Challenger, dua pecatur Abraham Raja Ferdinand (1847) dan Sudung Tampubolon (1967) bersaing ketat memimpin klasemen semantara. Mwewkw berdua  belum tersentuh kekalahan hingga ronde kelima. Keduanya berada di posisi teratas dengan angka sempurna, 5 VP.

JAPFA Dukung Prestasi Atlet Difabel di Ajang JAPFA FIDE Rated Tournament

Gelaran Rutin JAPFA FIDE Rated Tournament kembali digelar PERCASI dengan dukungan penuh dari dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Tournament yang mendukung prestasi atlet catur Indonesia ini digelar di hotel Tavia pada tanggal 22 – 26 Mei 2026. Seperti halnya event catur yang diselenggarakan JAPFA selalu diikuti oleh ratusan peserta.

“Pertandingan FIDE rated tahun 2026 kali ini terasa cukup spesial, selain kita memilih tempat dan suasana baru. Peserta juga datang dari beberapa negara,” ujar Henry Hendratno, Ketua Panitia Penyelenggara. “pada event ini kami khusus mendapatkan kehormatan dari atlet catur difable dari NPC,” katanya.

Henry menjelaskan bahwa setidaknya terdapat 12 pecatur dengan Tuna Netra dan 3 pecatur dengan Tuna Netra. Uniknya, peserta yang bermain berkompetisi dengan peserta umum lainnya di kategori open ataupun chalengger. Pilihan disesuaikan dengan elo rating dari masing-masing atlet.

“Kehadiran Atlet dengan kemampuan yang berbeda dari Para Chess merupakan sebuah apreasiasi bagi JAPFA dalam penyelenggaran kompetisi catur Fide Rated ini,” ujar R. Artsanti Alif, VP-Head of Social Investment JAPFA. “ hadirnya mereka, menujukkan bahwa Fide Rated Tournament yang dimotori oleh JAPFA bersama PERCASI telah mampu menjadi sebuah turnament yang inklusif,” imbuhnya.

Artsanti menjelaskan bahwa dukungan JAPFA bagi pecatur Indonesia terbuka luas bagi atlet dari kalangan manapun. Termasuk diantaranya mereka yang berasal dari Para Chess. Harapannya peluang kompetisi Fide Rated yang cukup jarang dilaksanakan dapat menjadi momentum bagi seluruh pecatur untuk meningkatkan elo ratingnya.

“Tentunya kami sangat berbahagia ketika momentum ini juga dimanfaatkan oleh pecatur profesional dari kelompok Para Chess,” ungkap Artsanti. “Ke depan harapannya, kompetisi yang dilaksanakan oleh JAPFA bersama Percasi semakin menjadi sebuah turnamen yang inklusif dan membuka peluang seluas-luasnya bagi siapapun yang memiliki minat, bakat dan kemampuan terlepas dari kondisi fisiknya,” tandasnya.

Advertisement