JAKARTA, Indotimes.co.id – sukses merebut sabuk juara kelas Flyweight One Pride , setelah menghentikan perlawanan Adi Rominto Manurung di ronde keempat dengan front kick, pada oartai utama One Pride Fight Night 45, bertajuk Battle of Champion, One Pride MMA, yang berlangsung Sabtu (10/4) malam.

Pertarungan kedua fighter ini berlangsung seru sejak ronde pertama. Laga ini berlangsung seimbang di mana Adi Rominto menguasai pertandingan dengan kelincahan footwork dan striking dari jarak jauh.

Sementara Jeremia “The Teacher” Siregar mendapatkan takedown dan mendominasi di penghujung ronde.

Ronde ketiga menjadi titik balik bagi sang penantang, dimana. Adi Rominto melakukan pelanggaran cage grab ketika lawannya dari Bhagasasi Gym melakukan takedown.

Dengan posisi yang diatur ulang sebagai hasil dari pelanggaran ini, maka Jeremia Siregar langsung mendominasi ronde ketiga dengan gulat dan ground and pound miliknya.

Adi Rominto terlihat semakin melambat di ronde keempat, dan “Popay” tidak sanggup menghindar dari jumping front kick yang menjadi andalan Jeremia, sekalugus menghentikan Adi Rominto pada detik ke 37 dari ronde keempat.

Sukses ini sekaligus membawa Jeremia merebut sabuk juara. kelas Flyweight One Pride MMA.

Baca juga :  Babel Siap Gelar Kejurnas Wushu Piala Presiden 2019

“Demi cita-cita saya apapun akan saya lakukan. Saya berlatih sebelum berangkat dan pulang dari kantor setiap hari.” Kata Jeremia , seusai pertandingan.

Pertandingan malam tadi merupakan fight night terakhir sebelum memasuki bulan Ramadhan, karena itu One Pride MMA menyajikan 2 pertarungan sabuk juara nasional.

“Pertarungan malam ini adalah apa yang OnePride dan para fighter berikan yang terbaik untuk pecinta MMA. Bisa dilihat adanya baku belah baku pukul, luar biasa sekali. InsyaAllah setelah bulan Ramadhan kami kembali lagi dan lebih baik lagi” kata Ardiansyah Bakrie, Ketua Umum KOBI.

Sementara itu pertandingan perebutan gelar lainnya. Aep Saepudin berhasil mempertahankan sabuk kelas Featherweight dari Andrian Kussubianto.

Andrian, yang tampil menggantikan Laode Abdul Haris yang terpaksa mundur di saat terakhir karena alasan kesehatan, memulai ronde dengan cepat. Ia pun disambut dengan overhand kanan Aep Saepudin yang sudah berhasil menghasilkan banyak KO dalam karir MMA Profesionalnya.

Aep dengan cepat menguasai pertandingan, dengan keluar masuk jangkauan Andrian sambil menyarangkan low kick dari jarak jauh dan overhand kanan dari jarak pendek.

Baca juga :  Ketua DPD RI La Nyalla, Tinjau Kesiapan Pembangunan Sirkuit Mandalika

Pada awal ronde kedua, Andrian Nampak sangat terganggu dari low kick yang diterima di ronde pertama. Dengan pergerakan yang semakin lambat, sang juara membawa pertarungan ke bawah. Andrian yang hanya bisa menahan laju Aep tanpa banyak memberikan perlawanan, akhirnya menyerah dengan tekanan dari posisi knee ride pada ronde kedua

“Di OnePride ini saya berusaha selalu untuk menang siapapun lawannya dan pastinya latihan lagi, meskipun agak kecewa karena bukan lawan yang sudah direncanankan. Untuk kedepan saya akan rehat dulu rencananya karena ada cidera di bahu saya, jadi saya mau fokus untuk terapi penyembuhan dulu” kata Aep, seusai laga.

Sementara iru pada partai berikutnya, Alfons menghentikan Rysanda Julio Dirgantara di ronde kedua. RJ Dirgantara menunjukkan dominasinya di awal ronde pertama dengan submission dan ground and pound. Namun, setelah berhasil keluar di posisi ground, “Mambruk Papua” memberi tekanan balik dan mendaratkan pukulan-pukulan telak ke RJ Dirgantara. Masuk ronde kedua, Alfons yang tampil lebih bertenaga berhasil mendapatkan posisi atas setelah bertahan dari kuncian kaki dari RJ Dirgantara.

Dari posisi ini, Alfons melanjutkan dominasi di posisi ground dan menutup dengan Ground and Pound yang bertubi-tubi sampai ronde kedua berakhir.

Baca juga :  PB PRSI Siap Gelar Pelatnas Asian Games

Dengan semua pukulan yang diterima dan cedera pergelangan kaki yang terjadi selama pertarungan, RJ tidak sanggup menjawab bel di ronde ketiga dan harus menyerah kalah dari Alfons.

Pada partai pembuka, Ahmad Sopiyan menghentikan Rustam Hutajulu di ronde kedua. Pertarungan langsung dibuka dengan kedua fighter mendaratkan pukulan keras ke lawannya, sampai Ahmad Sopiyan berinisiatif membawa “The Black Dragon” ke bawah dan hampir menyelesaikan pertarungan dengan Rear Naked Choke.

Tidak hanya sekedar bertahan, “The Black Dragon” malah membalas dengan kuncian Triangle Choke yang hampir menghentikan “The Destroyer”. Pada Ronde kedua, Ahmad Sopiyan kembali berhasil mendaratkan pukulan telak yang menggoyahkan lawannya dan menjadi pembukaan untuk takedown yang segera ditutup dengan rear naked choke yang menghentikan Rustam Hutajulu pada 1:32, menjadikan Ahmad Sopiyan sebagai fighter yang akan menantang sabuk juara kelas strawweight Billy Pasulatan.

OnePride MMA adalah promotor MMA terbesar di Indonesia menghadirkan lebih dari 400 petarung dari 50 klub yang tersebar di Indonesia.