
NUSA DUA, Indotimes.co.id – Muhamad Rifqi Fitriadi dan Francis Casey Alcantara berhasil memastikan satu tiket semifinalnya dinomor ganda putra pada ajang M-15 seri pertama Amman Mineral Men’s World Tennis Championship 2026.
Pada iven berhadiah $ 15.000 tersebut, pasangan gado-gado Indonesia dan Philiphina ini, harus bermain rubber set untuk memenangi laga perempat finalnya melawan ganda India Abhinav Sanjeev Shanmugam/Manish Sureshkumar.
Sempat takluk 4-6 di set pertama, berhasil direspon sangat cepat oleh M. Rifqi Fitriadi dan Francis Casey Alcantara dengan merebut set kedua 6-1, dan memaksa pertandingan harus dituntaskan melalui babak super tiebreak.
Berkat kematangan dan pengalaman bertanding dari Francis Alcantara dan didukung senjata forehand keras yang terukur dari Rifqi Fitriadi, di set pamungkas ini berhasil dimenangkannya dengan skor akhir 10-4 dan mengunci satu tiket ke babak 4 besat untuk bertemu Alexander Chang/Tanapat Nirundorn.
Mengkomentari kemenangan dramatis tersebut Rifqi Fitriadi memuji permainan rekannya Francis Casey Alcantara yang *bermain sangat tenang dalam menghadapi tekanan, dan mampu merubahnya menjadi kemenangan merupakan pengalaman tersendiri saat berpasangan dengan petenis Philiphina tersebut.* Sementara Alcantara mengkomentari pertandingan tersebut bahwa *lawan bermain luar biasa diset awal, namun dirinya dan Rifqi secara perlahan mampu mengatasinya dengan bermain sabar serta berani tampil agresif di babak supertiebreak.*
Sayangnya di nomor tunggal putra, Muhamad Rifqi Fitriadi dan Rafalentino Ali Da Costa gagal melangkah lebih jauh pada gelaran seri pertama M-15 di Nusa Dua Bali, setelah keduanya harus kandas dibabak kedua.
Baca Juga: Jelang Piala Presiden 2026, Inilah Daftar Harga Tiket Pertandingan
Bertanding di lapangan F Nusa Dua Bali, Muhamad Rifqi Fitriadi yang biasanya bermain energik dan penuh percaya diri, hari ini justru tampil penuh tekanan saat bertemu Sam Ryan Ziegann dari Australia.
Takluk 4-6 di set pertama petenis berusia 27 tahun yang memiliki peringkat 616 ATP, ternyata tak mampu bangkit keterpurukannya dan kembali dipaksa menyerah 3-6.
Sementara itu langkah gemilang yang ditunjukkan petenis belia tuan rumah Rafalentino Ali Da Costa akhirnya juga harus terhenti, setelah gagal mengatasi perlawanan Ryuki Matsuda dari Jepang.
Petenis debutan Indonesia yang baru pertama kalinya turun di ajang M-15 Amman Mineral Men’s World Tennis Championship dipaksa menyerah dengan dua set langsung 4-6 dan 3-6.
*Menjadi pengalaman berharga menghadapi petenis Jepang yang terkenal handal dalam permainan relly panjang sekaligus modal penting saat tampil di seri kedua nanti* ungkap Falen, seusai melakoni laganya yang berdurasi 1 jam 35 menit.













