JAKARTA, Indotimes.co.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyambut baik terhadap rencana digelarnya Liga Futsal Profesional 2021 pada tanggal 20-21 Maret dan 27-28 Maret di Yogjakarta.

Hal itu disampaikan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto saat memimpin rapat koordinasi dengan Federasi Futsal Indonesia (FFI) , di Wisma Kemenpora, Jakarta, Kamis (18/3).

“Saya menyambut baik digelarnya liga futsal ini, namun demikian apa yang kita lakukan sekarang (rakor) ini bukan untuk memberi persetujuan. Rakor ini baru sebatas pengkajian dan ini akan kami laporkan kepada Pak Menteri,” ujar Gatot.

“Kemenpora sifatnya hanya memberi rekomendasi, semua itu harus ada tahapanya dan perlu pengkajian yang lebih mendalam. Sedangkan untuk pemberian izin ada pada pihak kepolisian, ” tambahya.

Karena itu, Gatot meminta kepada FFI agar di liga futsal ini, protokol kesehatan harus di jalankan dengan serius seperti yang sudah dilakukan pada PSSI dan IBL. “Kami minta agar FFI untuk menerapakan protokol kesehatan pada liga futsal ini. Karena kalau kita melanggar protokol kesehatan di masa pandemi ini maka yang akan menjadi soroto oleh publik adalah pihak yang memberi izin, yaitu kepolisian,” ujarnya.

Baca juga :  Owi /Butet Melangkah Ke Perempat Final

Gatot menyampaikan bahwa Rakor ini merupakan protap yang pernah di lakukan terhadap PSSI, PT. Liga Indonesia Baru dan Perbasi dan PT IBL. “Kita melakukan ini agar kita bisa tahu dimana kekuranganya,” ucapnya.

Sementara itu, Sekjen FFI Edhi Prasetyo mengatakan bahwa pada gelaran Liga Futsal Profesional 2021, FFI sudah menerapkan protokol kesehatan. Ia pun menyebutkan bahwa tempat pertandingan wajib dilakukan sterilisasi atau pembersihan desinfeksi terutama di ruang ganti, lorong menuju lapangan pertandingan termasuk meja dan kursi yang akan dipergunakan.

“Sterilisasi dilakukan setiap hari, jelang acara kegiatan, jeda antar pertandingan dan selesai acara kegiatan. Sterilisasi dilakukan oleh dokter pertandingan, namun dapat di delegasikan ke petugas medis lainnya yang sudah terlatih. Tersedia juga hand sanitizer dan tempat cuci tangan plus sabun di depan setiap pintu GOR dan di depan pintu setiap ruangan yang dipergunakan,”ujar Edhi.

Baca juga :  Airlangga Hartarto Minta Sport Science Diutamakan untuk Pembinaan Olahraga Ke Depan

Menurutnya, penggunaan pintu GOR dan ruangan harus dibatasi. Meningkatkan ventilasi setiap ruangan yang dipergunakan. “Hanya maksimum 20 orang dari setiap klub peserta yang diizinkan berada di GOR UNY, terdiri dari maksimum 14 Pemain dan maksimum 6 Ofisial. Seluruh peserta wajib mengikuti Test Covid-19 yang dilakukan oleh Petugas BPBD Provinsi DI Yogyakarta,” pungkasnya.