KO Spektakuler Bawa Aep Saepudin Juara Baru Kelas Bulu MMA One Pride

JAKARTA, Indotimes.co.id – Aep Saepudin membuktikan dirinya sebagai salah satu petarung andal di ajang One Pride Never Quit, setelah merebut sabuk gelar kelas bulu MMA nasional dari sang juara bertahan Hafid Nur Maradi dengan kemenangan KO di ronde pertama. Petarung asal Purwakarta Jawa Barat ini, menjadi bintang dalam Fight Night 33 bertema “Battle of The Pride” yang berlangsung di Mahaka Square Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (26/10) malam.

Pertarungan antara Aep dan Hafid menjadi partai utama yang sangat ditunggu, bukan hanya Aep fighter berjuluk “The Raging Bull” yang berambisi merebut sabuk juara kelas bulu, namun juga juara bertahan Hafid Nur Maradi yang ingin meraih sabuk abadi, jika mempertahankan gelar ketiga kalinya.

Namun fakta membuktikan lain diatas Oktagon, Aep mampu membukikan dirinya bisa menumbangkan Hafid fighter berjuluk “The Avatar “ denga kemenangan KO pada menit 1:48 di ronde pertama. Tidak itu saja, pukulan keras Aep yang mampu menkanvaskan Hafid juga merupakan the best KO pada Fight Night 33.

Perjalanan Aep untuk mendapatkan sabuk juara bisa dibilang cukup panjang dan berat. Setelah 3 tahun menjalani karir MMA-nya di One Pride kini ia sukses menjadi juara nasional MMA kelas bulu. Kemeangan inis sekaligus revans atas kekalahan yang dialami Aep dari Hafid diajang One Pride Never Quit tahun silam.

Baca juga :  KONI Pusat dan PB PRSI Tingkatkan Kerjasama Pembinaan Atlet

“Saya tidak ada niat untuk menang buru-buru. Saya bermain sesuai dengan latihan saya dan bermain santai, Alhamdulillah latihan keras saya ada hasilnya. Saya sangat menghormati Hafid, dia juara yang sangat rendah hati. Hafid juga orang yang tangguh dan ulet makanya dia sampai jadi juara. Maka dari itu saya berlatih jauh lebih ulet dan kuat dari Hafid, Alhamdulillah saya bersama tim berhasil.” kata Aep usai pertarungan.

Sementara itu pada partai Celebrity Fight, aktor Randy Pangalila mengulangi kesuksesan debutnya dengan kemenangan TKO atas lawannya yang juga seorang seleb yaitu Adhi Pawitra. Randy menguasai permainan sejak awal, memberikan tendangan-tendangan keras ke arah kaki Adhi dan tidak memberi banyak kesempatan kepada Adhi untuk membuka jarak.
Tendangan keras bertubi-tubi Randy kearah kaki Adhi, menjadi kunci kemenangan, karena menjadi kelemahan pertahanan Adhi, yang membuatnya tidak sanggup berdiri dan mengakui keunggulan “The Punk” dengan TKO pada 3:49 pada ronde pertama.

“Persiapan saya untuk petarungan kali ini berkali-kali lebih berat dari biasanya. Latihan saya sangat berat dan setiap hari saya disiksa oleh pelatih saya selama satu bulan full tanpa libur. Itu saya lakukan karena saya tidak mau meremehkan lawan saya. Saya tahu Adhi Pawitra mempunyai kemampuan bermain bawah yang tidak bisa diremehkan. Sebenarnya saya sebelum bertarung sudah banyak cidera, sampai 5 menit sebelum naik oktagon kaki saya dicidera dan segera dibantu sama tim medis. Saya sangat menghormati Adhi, karena meskipun laga diundur tapi kami berdua tetap lanjut untuk bertarung.” ungkap Randy.

Baca juga :  PSS Sleman Rebut Tempat Ketiga Piala Menpora 2021

Atas kemenangannya ini, Ia juga mendapatkan sabuk biru Brazilian Jiu Jitsu kenaikan tingkat dari sang pelatih Max Metino. Kenaikan sabuk ini akhirnya dia dapatkan setelah ia memulai Brazilian Jiu Jitsu sejak 2013.
Pada pertarungan lainnya, dipartai perbaikan peringkat kelas ringan, Hatoropan Simbolon menghentikan perlawanan Victor Keitimu dengan kuncian Kimura di ronde pertama. Hatoropan tidak gentar membawa lawannya yang menguasai JuJitsu ke kanvas. Namun, usaha Victor untuk mengunci Hatoropan dengan guillotine choke justru dibalas “Si Kuda Liar” dengan kuncian kimura yang memaksa Victor menyerah dalam 55 detik.

Sedang di partai pembuka, Winardi kembali meraih kemenangan di ronde pertama melawan Galih Tornado. Pertarungan langsung dimulai dengan jual beli pukulan dari kedua petarung, namun seiring dengan berjalannya pertarungan, serangan Winardi mendarat lebih telak dan berangsur mengganggu Galih. Galihpun beralih menutup jarak, namun petarung asal Jakarta ini semakin banyak menerima serangan Winardi dan dipaksa menyerah dengan TKO (Ground and Pound) pada 4:17 di Ronde pertama.

Baca juga :  Menpora Buka Puasa Bersama dengan Stakeholder Pemuda dan Olahraga

Ketua Umum Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KONI) Ardiansyah Bakrie mengaku bangga dan puas pada seluruh pertarungan Fight Night 33 ini.“Pertarungan kali ini cukup seru dan tebakan saya untuk pertarungan celebrity fight benar. Namun tebakan saya untuk perebutan sabuk kelas bulu, saya kira hafid akan melakukan kuncian. Ternyata juara baru (Aep) kita, dua kali tidak bisa di take down, “ kata Ardiansyah Bakrie.

Ternyata justru Aep yang berhasil KO Hafid, dan membuat kita bangga apalagi melihat perjalanan Aep yang cukup panjang. “ Ini jadi hal yang patut dicontoh, Aep tidak pernah menyerah di satu fight sekalipun. Untuk para fighter terutama atlet-atlet MMA di Indonesia terus bekerja keras jangan mudah menyerah, karena pro never quit ” tandas Ardiansyah Bakrie seusai pertarungan.