JAKARTA, Indotimes.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali kembali berpesan kepada para atlet Indonesia yang akan bertanding di Olimpiade Tokyo 2020 untuk terus menjaga kesehatannya dengan patuh pada protokol kesehatan karena masih dalam situasi pandemi Covid -19 yang terjadi saat ini.

“Tentu mereka disana harus bisa menjaga kesehatannya. Sebab, kalau sampai terkena (Covid-19) itu berarti dia tidak bisa bertanding, maka hilang kesempatan itu dan belum tentu 4 tahun kedepan di Olimpiade Paris dia bisa bertanding atau terpilih sebagai kontingen Indonesia,” kata Zainudin saat wawancara secara live dalam program News Room, CNN Indonesia, Jumat (23/7) petang.

Menurut Zainudin hal ini amat penting, apalagi, ada informasi yang menyebutkan bahwa ada beberapa atlet dari negara lain yang tidak bisa bertanding dan harus pulang ke negaranya, karena positif terpapar virus tersebut.

Baca juga :  Alfian/Marsheilla Juara Taipei Open 2018

Menpora mengungkapkan bahwa pesan tersebut juga sudah disampaikan dirinya pada saat mengukuhkan kontingen Indonesia sebelum berangkat ke Tokyo. Bahwa para atlet dan ofisial serta seluruh kontingen harus tetap menjaga kesehatannya, sebab mereka bertanding mewakili 267 juta lebih rakyat Indonesia.

“Jadi itu harus mereka pikirkan, mereka tidak bertanding hanya untuk dirinya, untuk keluarga, klub atau cabor, tetapi untuk 267 lebih juta lebih rakyat Indonesia. Sehingga harapan dari rakyat ini harus mereka tunjukkan dengan prestasi,” tegasnya.

Menteri asal Gorontalo ini, menambahkan bagaimana caranya para atlet bisa mewujudkan hal itu.”Pertama dia menjaga kesehatan karena sekarang suasana sedang pandemi luar biasa supaya jangan sampai seperti atlet yang lain balik ke negaranya cuma karena pandemic. Jadi jika dia positif, sudah pasti dia tidak bisa bertanding. Jadi itu yang harus dijaga,” lanjutnya.

Selain itu, Zainudin juga meminta para atlet untuk berjuang dengan maksimal dan tidak boleh merasa tertinggal dari atlet Negara lain.“Itu nggak boleh, saya sampaikan kepada mereka kalau perlu sampai habis-habisan di lapangan,” harapnya.

Baca juga :  Iwan Bule Janjikan Kompetisi Sepakbola Berkelas

Sementara untuk masyarakat, Zainudin berharap agar memberi doa dan dukungan kepada kontingen Indonesia yang sedang bertanding di Olimpiade Tokyo 2020.

“Bagi yang memberi support, support dengan baik mereka dan apapun hasilnya harus bisa kita terima. Jangan sampai kalau hasilnya tidak sesuai dengan harapan kemudian kita cemooh, kita bully dan lain sebagainya,” tandasnya.

Sebab, para atlet yang sedang bertanding tersebut relatif usianya masih muda sehingga kalau disemooh dapat berpengaruh terhadap pskologis mereka. “Saya berharap masyarakat dukung, doa dan beri mereka semangat,” imbuhnya.

Sementara terkait target, Zainudin memastikan pihaknya akan menargetkan perbaikan rangking Olimpiade daripada medali emas, sebab hal itu sejalan dengan grand design olahraga nasional yang menargetkan peningkatan rangking tiap olimpiade karena olimpiade menjadi sasaran utama sementara SEA Games dan Asian Games hanya sasaran antara saja.

Baca juga :  KPAI dan Djarum Sepakai Lanjutkan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis

“Sehingga kalau ini menjadi saran utama, maka kita target kita perbaikan peringkat di olimpiade. 4 tahun yang lakau atau 2016 tepatnya di Rio De Janeiro itu kita peringkat 40. Nah ini kita harus perbaiki supaya dia naik,” ujarnya pula.

Zainudin optimistis peringkat dapat diperbaiki mengingat atlet yang dikirm ke Tokyo yang sudah melauli kualifikasi dapat diandalkan seperti cabang olahraga Bulu Tangkis, Angkat Besi, Panahan, Atletik dan Menembak.

“Sehingga sekarang kalau ditanya targetnya, targetnya perbaikan peringkat. Perbaikan peringkat dari Olimpiade Rio De Janeiro karena di dalam desain besar itu kita target sampai dengan 100 tahun Indonesia merdeka atau tepatnya di olimpiade 2044,” pungkasnya.