Putra DKI Jakarta Pertahankan Gelar Juara Polo Air 3rd IOAC 2019

, Indotimes.co.id – Tim putra kembali mempertahankan cabang olahraga polo air putra pada 3rd Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2019.

Pada laga terakhir kejuaraan di Stadion Aquatik Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Selasa (17/12), DKI mengalahkan rival terkuatnya dengan skor 14-10.

Keberhasilan tersebut menjadi medali emas ketiga bagi DKI Jakarta sejak IOAC digelar pada 2016 lalu. Dalam kejuaraan yang menggunakan sistem round robin , DKI tak terkalahkan dalam enam pertandingan yang dilakoninya, yaitu melawan 13-7, DIY 12-8, Jawa Timur 17-9, Sumatera Utara 17-6, Kalimantan Timur 17-10, dan terakhir menang atas Jawa Barat 14-10.

Bagi Jawa Barat sendiri, kegagalan ini juga merupakan kali ketiga mereka harus finis di posisi runner-up. Sementara di peringkat ketiga ada diraih Jambi yang mendapatkan perunggu. Selanjutnya Jawa Timur di peringkat empat, diikuti DI (5), Kaltim (6) dan (7).

Laga penentuan, antara DKI melawan Jawa Barat berlangsung ketat, dimana tim ibukota ini mendapat perlawanan sengit dari Jabar yang unggul 3-1 di babak pertama.

DKI mulai menemukan permainannya di babak kedua. Tim ibukota juga diuntungkan dengan banyaknya kesalahan yang dilakukan pemain Jabar dalam menyerang. Terlalu banyak membuang bola dan bermain terburu-buru. Di babak ini DKI kembali mengambil alih permainan dengan unggul dua gol 7-5.

Permainan Delvin Felliciano dkk. semakin agresif di dua babak berikutnya. Di babak terakhir, Jabar hampir saja mendekati perolehan angka DKI 10-11 setelah salah satu pemainnya Muhammad Hamid Firdaus, jebolan pemain Timnas SEA Games 2019, bermain apik.

Namun ketatnya pertahanan DKI, membuat Jabar akhirnya gagal untuk bisa unggul, dan bahkan sebaliknya, DKI lewat serangan cepat mampu menambah tiga poin lagi untuk menutup permainan dengan kemenangan 14-10.

“Secara performa keseluruhan sudah bagus dan targetnya memang mau juara di Pra-PON (Pekan Olahraga Nasional) ini. Tapi kalau melihat dari “play by play”, anak-anak masih lambat startnya. Itu kenapa kita kalah di babak pertama. Di babak kedua dan selanjutnya, puji Tuhan anak-anak bisa main baik dan memperbaiki kesalahan kecil,” tukas Pelatih Tim DKI Jakarta Benny Respati yang juga asisten pelatih Timnas di SEA Games 2019.