
Foto : Orie
JAKARTA, Indotimes.co.id – Timnas Soft Tennis Indonesia memasuki tahap akhir pemusatan latihan nasional (pelatnas) sebagai persiapan Asian Games Nagoya-Aichi 2026 yang berlangsung 15 September 2026.
Pelatnas yang dimulai sejak Maret 2026 ini dinilai berjalan sesuai rencana. Ketua Umum PP Pesti Irjen Pol Dr. Awal Chairuddin menyebut aspek teknik, fisik, dan mental atlet terus meningkat, terutama setelah try out di Korea Selatan.
Dari dua turnamen di Icheon dan Suncheon, Indonesia meraih 3 medali perunggu dari nomor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran. “Kami sudah dapat gambaran kekuatan lawan. Jepang, Korea Selatan, dan China Taipei masih sangat dominan,” kata Manajer Tim Ferly Montolalu.
Indonesia menurunkan 7 atlet: 5 putra dan 2 putri. Mereka akan bertanding di 5 nomor: tunggal putra, ganda putra, tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran. Target kontingen Merah Putih adalah 2 medali perak dan 1 perunggu dari nomor beregu putra, ganda campuran, dan tunggal putri.
Pelatih putri Gularso Mulyadi menyebut kesiapan atlet sudah 80%. Sisa waktu satu bulan akan fokus pada penyempurnaan teknik agar mencapai peak performance.
Baca Juga: Indonesia Women’s League 2026/27 Usung Konsep Sport Festival
Andalan tunggal putra Tio Juliandi Hutauruk dan tunggal putri Allif Nafiiah mengaku optimistis. “Kami ingin beri yang terbaik untuk Indonesia,” ujar Tio.
Sementara itu Vice CdM Asian Games Nagoya 2026 Harry Warganegara yang meninjau pelatnas di Wisma Antam memastikan kebutuhan nonteknis kontingen sudah dikoordinasikan. Sebanyak 432 atlet dan 148 ofisial akan diberangkatkan. Indonesia juga menyiapkan “Rumah Indonesia” di Nagoya sebagai pusat dukungan.
Dengan persiapan teknis dan dukungan nonteknis yang dimatangkan, Timnas Soft Tennis menargetkan kejutan di tengah dominasi negara Asia Timur.













