Dana Bergulir LPDB Jadikan BMT Penggerak Ekonomi di Karanganyar

YOGYAKARTA, Indotimes.co.id – Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Braman Setyo mendorong kalangan pelaku usaha dan koperasi agar terbiasa memanfaatkan perkembangan teknologi sehingga tidak terjadi gap atau ketimpangan antara perkembangan teknologi dengan dinamika koperasi, BMT maupun pelaku usaha lainnya.

Dengan demikian, pelaku usaha yang selama ini telah menerima dana bergulir bisa lebih menggerakkan perekonomian masyarakat di daerah masing-masing.

“Kita sekarang ini sudah masuk era digital, sudah banyak lembaga yang memiliki teknologi yang canggih. Koperasi dan pelaku usaha harus menerapkan teknologi. Sebab kalau kita konvensional, kita akan semakin ditinggal. LPDB berencana menerapkan financial technology (fintech), kita sudah buat kerjasama dengan 6 vendor,” kata Braman Setyo usai membuka Rapat Koordinasi Pengalihan Dana Bergulir dan Rekonsiliasi Data Rekening Triwulan II Tahun 2018 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin malam (30/7).

Baca juga :  Koperasi Harus Dikelola Insan yang Menjiwai Bisnis

Braman Setyo menambahkan, penerapan teknologi dan keterlibatan pemuda dalam pengembangan usaha perlu terus dilakukan. Sedang dari sisi pendanaan, LPDB-KUMKM mengajak koperasi dan pelaku usaha segera mengajukan proposal pendanaan. “Kita miliki dana yang besar, jadi kita persilahkan pelaku usaha dan koperasi untuk mengajukan proposalnya,” katanya.

Terkait penerapan teknologi yang disampaikan Braman Setyo, Pengurus BMT Palur Karanganyar dan BMT Center Kube Karanganyar menyambut baik hal tersebut. Menurut Marlina, Manager BMT Center Kube Karanganyar, pihaknya telah menggunakan aplikasi android BMT Mobile sejak November 2017 lalu sehingga anggota dapat terlayani dengan mudah.

Marlina mengatakan, BMT Center Kube telah menerima dana bergulir dari LPDB-KUMKM sebesar Rp2 miliar pada tahun 2013 dan memiliki aset sebesar Rp 26 miliar serta jumlah anggota mencapai 6.800 orang.

“Kita telah melunasinya dan tahun ini kami kembali mengajukan pendanaan ke LPDB sebesar Rp 5 miliar. Kita sudah gunakanaplikasi android BMT Mobile agar anggota mudah terlayani. Selain di kantor pusat, pelayanan juga dilakukan di 4 kantor kas,” ujarnya.

Baca juga :  Biaya Logistik Mahal Jadi Kendala UMKM Bersaing di Pasar Domestik

Pada kesempatan yang sama, Suwardiyah Catur Putri, Manager BMT Palur Karanganyar mengatakan, saat ini BMT Palur memiliki lebih dari 5.000-an anggota yang bergerak di berbagai jenis usaha. BMT Palur yang telah beroperasi selama 20 tahun ini sudah dua kali menerima dana bergulir LPDB-KUMKM sebesar Rp1,5 miliar pada 2012 dan Rp4 miliar pada 2014 telah melunasi pendanaan tersebut. Kini, BMT Palur memiliki aset lebih dari Rp50 miliar.

“Bagi BMT Palur, dana bergulir LPDB-KUMKM yang telah diterima sangat membantu pelaku usaha dan pedagang. Anggota kami terdiri dari pedagang pasar, pengrajin, pengolahan pangan hingga pengumpul limbah yang memiliki nilai ekonomis. Jadi dana bergulir yang kami terima telah berhasil menggerakkan ekonomi masyarakat di Karanganyar. Kondisi usaha anggota terus berkembang,” ujar Suwardiyah.

Oleh karena itu, kata dia, BMT secara rutin melakukan pendampingan dan pembinaan kepada anggota melalui pertemuan rutin mingguan.

Baca juga :  Pentingnya Restrukturisasi Usaha bagi Koperasi dan UMKM

“Para pedagang pasar sampai pedagang bakso keliling terus kita bina dan juga mengadakan kegiatan keagamaan seperti pengajian yang kita gelar secara rutin. Alhamdulillah, usaha mereka terus berkembang dan pembagian hasil usaha lancar dibayarkan sampai sekarang. Kondisi ini sesuai harapan kita agar perekonomian masyarakat di Karanganyar bisa terus berkembang dan lebih baik lagi,” katanya.