Dekranas Dorong Daya Saing Pengrajin NTT

BELU, Indotimes.co.id – Dewan Kerajinan Nasional () optimistis kerajinan di Tanah Air akan berkembang pesat. Ini mengingat, bahan baku lokal banyak tersedia  seperti berbagai serat alam untuk anyaman, tanah liat untuk keramik, kayu, batuan, logam dan lainnya.

Namun, industri kerajinan khususnya skala mikro,  kecil dan menengah masih menghadapi berbagai kendala seperti permodalan, pemasaran, teknik produksi dan lainnya.

“Persaingan di pasar global semakin ketat, sehingga perlu meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan produk-produk kerajinan yang berdaya saing agar laku di pasar,” kata Ketua bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Bintang Puspayoga membacakan pidato Ketua Umum Dekranas Mufidah Jusuf kalla saat membuka perhelatan Sinergi Program Kegiatan Kementerian dan dengan Dewan Kerajinan Nasional dan TP PKK di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (30/4).

Bintang menyampaikan Dekranas sudah melakukan banyak pembinaan terhadap di berbagai daerah dan kali ini memandang sangat penting untuk melakukan pembinaan dan  pengembangan UMKM di Kabupaten Belu. Program dan pelatihan yang diadakan Dekranas tak lain sebagai usaha meningkatkan kemampuan dan keahlian masyarakat untuk berwirausaha.

Baca juga :  LPDB-KUMKM Sudah Salurkan Dana Bergulir Rp332 M di Kaltim

“Banyak potensi yang dapat dikembangkan di Kabupaten Belu seperti Tais atau Tenun merupakan salah satu produk unggulan Belu yang sudah Go Internasional, anyaman pandan dan lontar, ukiran kayu dan kerajinan kayu cendana dan lain-lain,” kata Bintang.

Ia berharap agar Pemda dan Dekranas NTT dan Belu terus menggali potensi  produk kerajinan yang memiliki nilai dan identitas budaya lokal untuk dapat dikembangkan dan
memotivasi para perajin untuk  menghasilkan produk-produk kerajinan yang berdaya saing tinggi secara kualitas dan desain produk.

“Pemda dan Dekranas Provinsi/Kabupaten/Kota agar dapat menumbuhkan kreativitas dan inovasi perajin, dengan menggali motif-motif khas Nusa Tenggara Timur, disamping untuk meningkatkan daya saing juga mempertahankan warisan budaya atau untuk mempertahankan kearifan lokal,” kata Bintang.

Program sinergi antara dan Dekranas diselengarakan pada tanggal 29-30 April 2019. Adapun pelaku UMKM Belu yang mengikuti acara sinergi Dekranas sebanyak 440 orang.

Baca juga :  Jembatan Cigowong Kabupaten Bogor Hanyut, Empat Kampung Berpenduduk 3000 jiwa Terisolir

Kegiatan utama dalam program sinergi tersebut,  yakni konsultasi Desain dan Kemasan Serta Pemberkasan Pendaftaran Merek Produk UMKM, sosialisasi Program/Kegiatan LPDB-KUKM dalam rangka penyaluran bagi Koperasi dan UKM, sosialisasi kemitraan rantai nilai pasok dan temu mitra KUKM produk unggulan di daerah.

Di samping itu, juga dilakukan pelatihan perkoperasian, pelatihan vocational dan pelatihan kewirausahaan.