
JAKARTA, Indotimes.co.id – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem pembiayaan koperasi nasional pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 bertema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” yang digelar di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7).
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tersebut juga dihadiri jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Direksi LPDB Koperasi, pimpinan lembaga negara, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), termasuk para pelaku koperasi dari seluruh Indonesia.
Momentum Harkopnas ke-79 menjadi penegasan kembali posisi koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa koperasi merupakan amanat konstitusi dan harus menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Presiden menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia harus disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan sebagaimana diamanatkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. “Karena itu, koperasi harus diperkuat, koperasi harus bangkit, menjadi salah satu alat untuk mengangkat rakyat dari kemiskinan dan ketidakberdayaan, sementara desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono memaparkan perkembangan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang terus menunjukkan kemajuan signifikan.
Baca Juga: OKX Luncurkan OKX AI, Marketplace untuk Ekonomi Agen Otonom Berbasis AI
Hingga saat ini, sebanyak 83 ribu koperasi telah memiliki badan hukum, sementara pembangunan sarana fisik juga terus berjalan.
“Sudah 83.000 badan hukum akte dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah selesai. Kemudian yang 100 persen bangunan fisik, gudang, gerai dan alat kelengkapannya berjumlah 15.845, yang sedang dibangun 19.539. Jadi total kurang lebih 35.000 Bapak Presiden. Insyaallah bersamaan dengan selesainya pelatihan dan pendidikan bagi manajer koperasi desa yang direncanakan awal di minggu pertama bulan Agustus mereka akan kita tempatkan di seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah selesai bangunan fisik, gudang, gerai dan alat kelengkapannya,” ujar Menteri Ferry.
Sebagai Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Koperasi yang bertugas menyalurkan pembiayaan dana bergulir kepada koperasi, LPDB Koperasi turut berpartisipasi aktif dengan menghadirkan booth Coaching Clinic Pinjaman/Pembiayaan Dana Bergulir yang menjadi salah satu pusat pada penyelenggaraan Harkopnas.
Melalui layanan konsultasi tersebut, pengurus koperasi dari berbagai daerah memperoleh informasi mengenai mekanisme, persyaratan, tata kelola, hingga peluang memperoleh pembiayaan dana bergulir LPDB Koperasi untuk memperkuat usaha produktif dan meningkatkan daya saing koperasi.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat pengunjung yang secara langsung berkonsultasi dengan tim LPDB Koperasi mengenai skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan usaha koperasi masing-masing.
Selain menghadirkan layanan konsultasi pembiayaan, LPDB Koperasi juga memfasilitasi empat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) binaan untuk menampilkan produk-produk unggulan daerah, yakni KDKMP Tamanmartani, Daerah Istimewa Yogyakarta, KDKMP Wonokerto, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, KDKMP Randugading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dan KDKMP Tegal Harum, Provinsi Bali.
Keempat koperasi tersebut menampilkan beragam produk unggulan yang mencerminkan potensi ekonomi lokal sekaligus menjadi contoh pengembangan koperasi modern berbasis potensi desa.
Partisipasi LPDB Koperasi dalam Harkopnas juga semakin semarak dengan kehadiran sekitar 1.200 anggota koperasi mitra LPDB Koperasi dari wilayah Jabodetabek yang hadir secara langsung di Indonesia Arena sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan koperasi nasional.
Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto mengatakan, keikutsertaan LPDB Koperasi pada Harkopnas ke-79 merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk terus memperluas akses pembiayaan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan bagi koperasi di seluruh Indonesia.
“Hari Koperasi Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat optimisme bahwa koperasi adalah motor penggerak ekonomi rakyat. LPDB Koperasi akan terus hadir melalui pembiayaan dana bergulir yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan agar semakin banyak koperasi mampu naik kelas, memperluas usaha, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya,” ujar Krisdianto.
Menurut Krisdianto, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, LPDB Koperasi siap menjadi mitra strategis dalam mendukung penguatan kelembagaan dan pembiayaan koperasi sehingga mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di tingkat desa maupun daerah.
“Kami percaya koperasi yang memiliki tata kelola yang baik dan didukung pembiayaan yang tepat akan menjadi kekuatan ekonomi nasional. Karena itu LPDB Koperasi terus memperkuat pendampingan, literasi pembiayaan, serta akses dana bergulir agar koperasi semakin berdaya, adaptif terhadap perubahan, dan mampu memberikan kesejahteraan yang lebih besar bagi anggotanya,” tambahnya.
Melalui partisipasi aktif dalam Harkopnas ke-79, LPDB Koperasi menegaskan dukungannya terhadap agenda pemerintah dalam membangun koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang modern, profesional, dan berdaya saing menuju terwujudnya Indonesia yang semakin maju dan sejahtera.
Presiden Prabowo pun menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar organisasi ekonomi, melainkan bagian dari keluarga besar perjuangannya dalam membangun kesejahteraan rakyat. “Saudara-Saudara karena saya ini merasa di kalangan keluarga sendiri, koperasi itu memang saya merasa adalah keluarga saya,” pungkas Presiden.













