JAKARTA, Indotimes.co.id – Tahun 2021 ini Politeknik Media Kreatif () meluluskan 1.019 mahasiswa. Dari jumlah tersebut 807 berasal Jakarta, 127 mahasiswa PSDKU Medan dan 85 mahasiswa dari PSDKU Makassar. Jumlah tersebut merupakan rekor wisuda terbanyak, karena di tahun tahun sebelumnya, Polimedia hanya mewisuda ratusan mahasiswa.

Dalam wisuda yang digelar secara langsung di Hall Kampus Polimedia Kreatif Jakarta, Wisudawan tampak antusias mengikuti acara yang digelar pada Selasa, 30 November 2021.

Direktur Polimedia Dr. Purnomo Ananto mengaku optimis 83 persen lulusan Polimedia akan tertampung di dunia usaha. Sisanya atau 27 persen akan melanjutkan jenjang lebih tinggi dan menjadi wirausaha. Menurut Purnomo, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan banyak perusahaan negeri maupun swasta untuk menyediakan tempat magang hingga pekerjaan setelah mereka lulus.

“Tahun ini merupakan rekor wisuda, karena tembus seribu. Banyak perusahaan cukup banyak sekitar 40an dunia usaha menyatakan komitmen bantu Polimedia, karena sebelumnya mereka magang. Kita menggunakan rata-rata 83 persen akan tertampung di dunia kerja, sisanya melanjutkan jenjang lebih tinggi dan berwirausaha. Ada 27 persen lanjutkan dan wirausaha. Nantinya 3 bulan setelah wisuda akan kami data,” tegas Direktur Polimedia Dr. Purnomo Ananto, di Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Menurut Purnomo, dengan banyaknya mahasiswa yang diwisuda, maka akan semakin banyak tersedia sumber daya manusia (SDM) jenjang ahli madya, terampil di masing-masing program studi (prodi).

Artinya makin banyak tersedia SDM untuk jenjang ahli madya. Sehingga makin banyak tenaga terampil menengah lulusan D3 di masing prodi dan rata 80 an persen langsung bekerja,” katanya.

Baca juga :  Menpora Amali Ajak Generasi Muda Simbolon Sinergi dengan Program Kemenpora

Ia menjelaskan, Polimedia sebagai perguruan tinggi vokasi yang memiliki basis berbasis produksi dan kewirausahaan, senantiasa selalu bersungguh-sungguh berusaha untuk menghasilkan SDM yang memiliki kemampuan mengantisipasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia. Dimana menurutnya, sebagai Perguruan tinggi vokasi harus mampu meningkatkan kemampuan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian pada masyarakat sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan mampu menjawab kebutuhan pengguna, baik dunia usaha, dunia industri, dunia kerja maupun masyarakat serta bangsa dan negara.

“Berbagai upaya peningkatan kualitas pelaksanaan tri darma perguruan tinggi di Polimedia telah dilakukan, namun masih selalu terhambat oleh substansi yang terkait dengan tata kelola, kualitas SDM yang belum merata serta sarana prasarana pendidikan yang masih belum optimal sehingga sebagai perguruan tinggi negeri vokasi yang relatif baru masih banyak kekurangan untuk mengejar berbagai ketinggalan,” ujarnya.

Purnomo mengatakan, untuk mengejar ketertinggalan Polimedia dengan dukungan pemerintah melalui Kemendikbudristek senantiasa melakukan pembangunan sarana prasarana, mulai melakukan penguatan kelembagaan, sumberdaya dan jaringan Iptek, serta secara substansial melalui penelitian, pengembangan dan penerapan iptek strategis.

“Polimedia terus melakukan terobosan-terobosan baru antara lain mulai melakukan riset terapan, menambah prodi baru untuk menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat serta dunia industri, seperti tahun 2021 ini kami membuka Prodi Produksi Film dan TV, memperluas jaringan baik nasional maupun internasional. Pada tahun 2021 ini saja kita juga telah menambah kerjasama Industri lebih dari 40 perusahaan (kurikulum, project base learning) sebagai bagian dari upaya pelaksanaan yang memberikan pilihan kepada para mahasiswa untuk melakukan magang/praktek Industri dalam rangka meningkatkan skills mereka. Sedangkan untuk meningkatkan soft skills mahasiswa kami senantiasa mengarahkan para dosen agar menyiapkan peningkatan soft skill melalui penerapan metode pembelajaran yang tepat namun tetap melalui mata kuliah yang diampunya. Apalagi prodi-prodi yang ada di Polimedia hampir semua berbasis industri kreatif,” tegasnya.

Baca juga :  Presiden Jokowi Kukuhkan Anggota Paskibraka 2020

Pada Wisuda tahun 2021 ini, Direktur Polimedia Dr. Purnomo Ananto menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul Menyiapkan Warga Negara Digital Di Era Globalisasi.

Purnomo menegaskan bahwa Pentingnya penguatan kompetensi wawasan global warga negara antara lain melalui proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, baik dalam konteks sebagai program kurikuler kewarganegaraan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah, maupun sebagai mata kuliah pengembangan kepribadian pada tingkat pendidikan tinggi nampaknya sudah menjadi suatu keniscayaan.

“Penguatan kompetensi wawasan global warga negara antara lain melalui proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, baik dalam konteks sebagai program kurikuler kewarganegaraan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah, maupun sebagai mata kuliah pengembangan kepribadian pada tingkat pendidikan tinggi nampaknya sudah menjadi suatu keniscayaan” kata Purnomo Ananto.

Penguatan wawasan global itu dimaksudkan untuk mempersiapkan warga negara dalam menghadapi dan menjalani kewarganegaraan digital (digital citizenship) yang lahir karena proses globalisasi dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

“Tidak dapat dipungkiri kemajuan Teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan dalam pola kehidupan manusia. Kemajuan bidang komputer dan jaringan internet telah membentuk masyarakat dalam jaringan (On Line Community). Dari kemajuan bidang Teknologi informasi dan komunikasi khususnya Internet telah memindahkan aktivitas kewarganegaraan” tegasnya.

Baca juga :  PKPRT Pemuda Depok Tutup Rangkaian  Program Literasi Pranikah Kemenpora

Partisipasi warga negara untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah yang dulunya dilakukan secara analog saat ini dapat dilakukan melalui teknologi digital seperti mengirim surat elektronik (E-mail), media sosial, website dan sebagainya. Kemajuan Teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan dalam kehidupan kewarganegaraan khususnya praktik kewarganegaraan. Oleh karena itu, Warga negara harus dipersiapkan agar mampu mengoptimalkan keuntungan dan peluang dari kemajuan Teknologi informasi dan komunikasi, hal ini hanya dapat dilakukan dengan menumbuhkan karakteristik atau kompetensi sebagai warga negara digital. Intinya adalah bahwa warga negara digital harus dapat mengelola dan mengunakan informasi tentang perkembangan global, maka warga negara digital akan memunculkan kesadaran global, Sehingga warga Negara digital memiliki kesempatan yang besar untuk berpartisipasi mengatasi isu global.

Selasa 8 Oktober 2021, Politeknik Media Kreatif (Polimedia) Jakarta genap berusia 13 tahun dan PSDKU Medan dan juga Makassar telah berusia 10 tahun. Kini kampus tersebut telah memiliki 15 prodi yang terdiri dari jenjang D3 (Desain Grafis, Penerbitan. Grafika, Fotografi, Periklanan, Penyiaran, Seni Kuliner, Teknik Kemasan dan Perawatan Mesin) Untuk Jenjang Sarjana Terapan/D4 (Animasi, Multimedia, Desain Mode, Game Teknologi, Pengelolaan Perhotelan dan Produksi Film dan TV). Sedangkan di PSDKU Medan hanya terdiri dari 5 Prodi yang seluruhnya jenjang D3 (Desain Grafis, Multimedia, Teknik Grafika, Penerbitan dan Periklanan).