AMBON, Indotimes.co.id – Covid-19 kembali “menghantui” warga di Kota Ambon. Hal ini diketahui, setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon merilis data terbaru, terkait dengan jumlah kasus Covid-19.

Hingga Senin (7/11) lalu, sudah ada 7 warga Kota Ambon yang teridentifikasi terpapar Covid-19. Dengan demikian, sudah ada sekitar 23 kasus dengan rincian, 2 pasien dirawat secara terpusat pada RSUD Dr. Haulussy Ambon, dan 21 orang lainnya menjalani isolasi mandiri.

Menyikapi hal ini, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Elviana Pattiasina meminta masyarakat untuk bisa mematuhi protokol kesehatan.

Baginya, mematuhi protokol kesehatan menjadi hal yang sangat penting, untuk mencegah menyebarnya virus dimaksud. Dia juga meminta Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, baik provinsi maupun kabupaten/kota harus kembali diaktifkan.

”Harapan saya, kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang harus dihindari untuk sementara waktu. Saya mengusulkan, agar Satgas Penanganan Covid-19 kembali diaktifkan,” kata Pattiasina saat dihubungi dari Ambon, Senin (14/11).

Dia menilai, pandemi Covid-19 tidak akan pernah selesai. Untuk itu, vaksin yang saat ini sementara digalakkan pemerintah harus didukung oleh masyarakat.

“Terapkanlah cara hidup sehat. Saya juga ingatkan masyarakat untuk vaksin, agar bisa membentuk kekebalan tubuh,” kata dia.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Rovik Akbar Afifudin meminta pemerintah pusat maupun daerah tidak perlu membesar-besarkan masalah ini.

”Toh sudah ada formulasi penanganan tinggal diaktifkan kembali saja. Jadi saran saya, masalah ini tidak perlu dibesar-besarkan, karena saat ini perekonomian masyarakat sudah mulai membaik,” ujar dia.

Masyarakat, kata dia, jangan dibuat panik dengan angka yang melambung drastis. Pasalnya, saat ini Indonesia bukan lagi ada pada masa pandemi tetapi endemik. Dimana, langkah mitigasi dari pemerintah juga sudah harus disiapkan, sebagai langkah antisipatif.

“Jangan tiba saat tiba akal. Misalnya pembatasan aktivitas masyarakat harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan, jangan terkesan kaku. Dengan cara ini, akan menggugah kesadaran publik tanpa merasa dipaksa. Taati protokol kesehatan, dan kita harus mau untuk divaksin,” tandas Rovik.