JAYAPURA,Indotimes.co.id – Perolehan medali emas cabang olahraga sepatu roda pada hari keempat PON XX Papua di Klemen Tinal Roller Sport Arena, Jayapura, Kamis (30/9) dibagi rata empat daerah,

DKI Jaya, Jawa Timur, Papua, dan Aceh berbagi emas di empat nomor yang dilombakan. Selain Jatim yang pecah telor meraih medali emas pertama di nomor relay 3000m putra, Aceh juga memecahkan kebuntuan di sepatu roda, dengan torehan emas di nomor putra ITT 300m. Dua emas lainya diraih DKI Jakarta pada nomor relay 3000m putrid dan Papua pada nomor ITT 300m putri.

Secara keseluruhan sudah 5 daerah yang meraih medali emas di sepatu roda selama empat hari penyelenggaraan. DKI Jakarta, Papua, Kaltim, Jatim, dan Aceh. DKI dengan total 10 medali emas, Papua 7, Kaltim 1, Jatim 1, dan Aceh 1.

Pada lomba hari keempat Kamis kemarin, , DKI Jaya menambah perbendaharan medali emas di nomor relay 3000m putri, lewat Alifia Meidia Namasta, Yemima Lovellya Lauretha, Naura Rahmadija Hartanti dan Farah Amalia Salsabila Putri. Perak diraih tim Papua (Ghea Ivana Kusuma, Deitalianis Stegrian, Dhinda Salsabila, dan Nabila Rahman), serta perunggu jatuh ke tangan Jawa Barat (Alda Riyani Arisman, Fathiyya Luh Nik Heryadie, Salma Falya Niluh dan Sheilla Mafitra Dewi).

Torehan emas juga dicapai oleh tim Jawa Timur (Jatim) pada nomor relay 3000m putra, sekaligus mengandaskan harapan DKI Jakarta untuk meraih medali emas kedua pada lomba hari keempat. Jatim yang tampil dengan Jitasabha Nikko Amrulah, Muhammad Habib Aulia, Raiffuddin Helmy dan Yossi Aditya Nugraha menempati posisi pertama diikuti, DKI Jakarta, dan Jawa Barat di tempat ketiga.

Medali emas juga dipersembahkan atlet tuan rumah Papua, Zhahwa Harmalia Putri di nomor ITT 300m putri. Posisi Zhahwa diikuti Rifa Moza Rizqia dari Kaltim yang meraih medali perak. Perunggu jatuh kepada DKI Jakarta lewat Latisha luna Sasmito.

Sementara pada nomor ITT 300m putra, atlet Aceh, Jihan meraih medali emas dengan waktu 25.210 detik, perak jatuh kepada tuan rumah Papua, Sindu Adihulung yang mencatat waktu sama dengan Aceh 25.210 detik.

Perunggu didapat Kaltim, melalui Rangga Putra Pratama yang mencatat waktu 25.231 detik.Ppada nomor ini, sempat terjadi protes dari tim Papua Barat di nomor ini, namun tak berlanjut karena segera diredam oleh pimpinan timnya.

Sindu (Papua) dan Jihan (Aceh) sama-sama mencatat pengumpulan waktu sama. Tapi, Aceh akhirnya meraih medali emas lantaran pertimbangan akan menjadi tuan rumah di PON berikut.

Kabarnya, sudah menjadi tradisi dalam sejarah PON, untuk bisa masuk ke dalam cabang yang dipertandingkan di PON berikut adalah harus merupakan daerah yang meraih medali emas di PON sebelumnya.

Ketua Umum PB Porserosi, Velix Wanggai menyatakan rasa puasnya melihat hasil sepatu roda hari keempat ini. “Jelas terlihat kekuatan sepatu roda nyaris merata di seluruh daerah. Ini perkembangan bagus sekali untuk sepatu roda di Indonesia. Apalagi dengan venue semegah ini, rasanya kita berharap prestasi anak-anak bisa lebih lagi dengan semua fasilitas ini,” tandas Velix seusai lomba.