, Inditimes.co.id – Generasi muda harus mampu berada di garda terdepan dalam era revolusi . Demikian kesimpulan dari Diskusi terkait materi Kaum Muda dan Tantangan era Revolusi Industri 4.0. yang digelar dalam Forum Pimpinan Kepemudaan di Theater Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (31/12).

Kegiatan yang diinisiasi dan Olahraga (Kemenpora) yang dihadiri oleh 200 peserta , menghadirkan pembicara, Ahmad Luthfi, yang merupakan founder Klik Acara yang berasal dari UI ini memberikan motivasi terhadap anak-.

Salah satu yang menjadi konsentrasi materinya adalah ajakan agar generasi muda, berani untuk berada di garda terdepan dalam era revolusi industri digital.

“Dalam digitalisasi ada dua efek, pelaku-korban. Sebagai organisasi pemuda, bagaimana pelaku mengefektifkan dan membangun hal baru dari efek media sosial di era industri 4.0. Ini harus dibangun jadi hal yang efektif dan positif,” kata Ahmad Luthfi dalam materi yang disampaikannya.

Ahmad Luthfi mencontohkan, bahwa industri start-up menjadi yang terbesar dalam era revolusi industri 4.0 saat ini. Sebagian besar, lanjutnya, yang melakukan adalah anak-anak muda yang melek . Anak-anak muda yang paham dunia digital.

Karena itu, dia meminta agar untuk urusan start-up yang harusnya bisa diambil wilayah itu oleh para pemuda, benar-benar bisa dimaksimalkan.

“Siapa bilang start-up harus punya besar. Anak muda harus berani, karena 80 persen start-up dunia yang besar, berawal dari modal yang kecil. Di bawah 100 juta. Hanya 2 persen saja yang pakai modal miliaran,” tandasnya.

Hal yang sama juga diutarakan oleh pembicara lainnya, Addin Jauharudin dari Founder Grosir One, yang menegaskan, untuk era digitalisasi saat ini diperlukan keberanian menghasilkan terobosan.

Addin menambahkan kaum muda di Indonesia saat ini memang dituntut melakukan terobosan, untuk menciptakan hal-hal yang yang membaea perubahan untuk kemajuan.

“Jika itu bisa dilakukan, maka ruang-ruang yang menjadi tantangan kaum muda di era revolusi industri 4.0 akan bisa ditaklukkan,” pungkas Addin.