Kecelakaan Tol Suramadu, Tiga Orang Tewas

BANGKALAN, Indotimes.co.id – Korban maut antara mobil travel Xenia dengan truk pengangkut garam di akses , Bangkalan bertambah dari sebelumnya hanya satu orang menjadi tiga orang.

Dua korban meninggal lainnya ialah Ainul Izanti dan Zea Ade Siswanto. Keduanya sempat dirujuk ke rumah sakit di Surabaya, namun tidak tertolong.

“Jadi korban meninggal semuanya tiga orang, sesuai laporan anggota tadi,” kata Kasat Lantas Polres Bangkalan AKP Inggit Prassetyanto di Bangkalan, Senin (20/3/2017) malam.

Seperti dikutip Antaranews, korban tewas lainnya ialah sopir Xenia Nanang Suli Haryadi, warga asal Malang. Ia tewas di tempat kejadian perkara, karena terhimpit stir mobil.

Menurut famili Ainul Izanti, Sofyan Lubis, Ainul Izanti dan Zea Adi Siswanto itu adalah satu keluarga yang juga ikut di mobil travel jurusan Sumenep-Malang itu. Ayahnya Dedy Siswato selamat dan hanya luka-luka.

Baca juga :  NPAK Teregistrasi di SISMINBHKOP Baru 21 Persen

“Jadi Dedy, Zanti dan balita yang bernama Adi itu keluarga. Suaminya orang Sumenep, tapi istrinya asal Banyuwangi,” terang Sofyan.

Dedy dan Zanti rencananya hendak ke Malang untuk mengikuti pelatihan bersama dua orang guru asal Pamekasan yang juga ikut di mobil travel Xenia itu. Keduanya selamat dan hanya mengalami luka lecet.

“Jenazah korban yang merupakan ibu dan anak itu, tadi sudah dipulangkan ke rumah asalnya di Banyuwangi,” katanya menuturkan.

Tabrakan di akses tol Jembatan Suramadu, Senin pagi itu terjadi antara mobil travel Xenia bernomor polisi N 1273 DI yang dikemudikan oleh Nanang Suli Haryadi, warga asal Malang dengan truk Fuso pengangkut garam bernomor polisi W 8275 UB.

Tabrakan terjadi, saat truk berhenti di kanan jalan, akibat bannya kempes dan truk hampir terguling.

Kala itu, sopir truk belum sempat memasang rambu-rambu tanda bahaya. Tiba-tiba suara keras terdengar nyaring dari arah belakang dan terlihat mobil Xenia berwarna putih sudah dalam keadaan ringsek.

Baca juga :  PT Cakrawala Mitra Usaha Berharap Mendapat Kepastian Pada Sidang Pekan Depan Atas Permohonan PKPU Yang Diajukan Altus Special Situations Asia I LP

“Saat itu, dia masih mengambil peralatan di bawah jok untuk mengganti ban,” kata sopir truk itu Wito di Mapolres Bangkalan.

Wito diketahui beralamat di Jalan Stadion Gang IX Pamekasan dan kini diamankan di Mapolres Bangkalan untuk kepentingan penyidikan.

Mobil travel Xenia jurusan Sumenep-Malang ini, mengangkut lima penumpang, yakni tiga orang dari Sumenep, dan dua lainnya dari Pamekasan.

Dua penumpang asal Pamekasan duduk di tempat duduk paling belakang, sedang yang dari Sumenep di tempat duduk bagian tengah. Sedangkan di tempat duduk sebelah sopir kosong.

Atas kejadian ini, Kasat Lantas AKP Inggit Prassetyanto mengimbau, jika ada kendaraan macet, secepatnya menyalakan tanda bahaya, sehingga pengemudi lain bisa segera mengetahui.

“Ada kemungkinan si sopir itu belum tahu, atau menyangka mobil sedang berjalan, karena kecepatannya, tinggi, atau di sopir ini ngantuk,” katanya.

Baca juga :  Hingga Akhir Tahun 2020, Banten Bebaskan Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Pada 5 Maret 2017, kecelakaan juga terjadi di jalur ini antara mobil pikap dengan truk dan menyebabkan satu orang tewas. (chr)