, Indotimes.co.id – Indonesia masih menghadapi situasi pandemi COVID 19 yang membatasi ruang gerak termasuk kesiapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Hal yang sama juga terjadi di bagian dunia lainnya. Namun, situasi tidak menyurutkan optimisme Southeast Asia Ministers of Education (SEAMEO) Centers di Indonesia (SCI), termasuk di dalamnya SEAMEO Regional Center for Food and Nutrition (RECFON).

Di sela acara webinar Nasional Indonesia, Direktur , Muchtaruddin Mansyur menjelaskan, bahwa dua tahun lebih telah memberikan dampak yang mengancam masa depan generasi penerus. SEAMEO Centre Indonesia (SCI) dengan berbagai amanat yang diberikan ke masing- masing Center berperan penting untuk mencegah terjadinya hambatan keberhasilan di tengah pandemi COVID-19.

“Pengenalan situasi pandemi dalam perspektif nasional maupun menjadi penting agar SCI dapat memaksimalkan peluang yang ada untuk menjaga kualitas Pendidikan melalui program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka,” tegas Direktur SEAMEO RECFON, Muchtaruddin Mansyur

Muchtarudin juga menjelaskan, webinar SEAMEO Centers di Indonesia yang digelar di awal tahun ini bertujuan menyediakan forum diskusi terkait potensi dan optimisme SCI untuk mendukung program MBKM.

Sebagaimana diketahui, MBKM merupakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang bertujuan mendorong untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil termasuk di lingkungan SCI.

Di Indonesia terdapat 7 SEAMEO Centre yang mengembangkan program-program yang turut mendukung program MBKM, yaitu SEAMEO BIOTROP, SEAMEO SEAMOLEC, SEAMEO RECFON, SEAMEO QITEP in Mathematic, SEAMEO QITEP in Science, SEAMEO QITEP in Language dan SEAMEO CECCEP. Ketujuh SEAMEO Centre ini berada di bawah Kemendikbudristek.

Acara Webinar Nasional dibuka dengan Keynote Speech dari Kemendikbudristek, diwakili oleh Plt. Kepala Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (KHM) Anang Ristatnto, yang mengangkat tema “Peran SEAMEO khususnya SEAMEO Center Indonesia (SCI) dalam peningkatan mutu Pendidikan pasca Pandemi Covid-19”.

Webinar diisi dengan materi yang mengangkat soal kewaspadaan Pandemik Covid-19 berdasarkan situasi global terkini serta Situasi Pandemik Covid-19 berbasis data epidemologi nasional. Dalam gelar webinar nasional ini, para peserta juga dapat mendengarkan Sharing Session Pengalaman SCI dalam melakukan Edukasi selama Pandemi COVID-19 yang disampaikan, Cahya Kusuma Ratih, dari SEAMEO SEAMOLEC dan Luh Anik Mayani dari SEAMEO QITEP in Language.