JAKARTA, Indotimes.co.id – Pihak kepolisian terus melakukan pemetaan kepada para kelompok yang mengadopsi Anarcho Syndicalism.

Terakhir kali, kelompok yang mengadopsi Anarcho Syndicalism ini membuat kericuhan di Bandung pada Hari Buruh, 14 Desember 2021 lalu.

Kerusuhan kelompok anarko di Bandung tahun lalu juga membuat wilayah Jawa Barat mengutuk aksi-aksi yang dilakukan oleh kelompok tersebut. Bahkan, banyak juga spanduk terpampang di sekitaran Jawa Barat yang menolak aksi kelompok anarko.

Berkaca pada kericuhan di hari buruh tahun lalu, pihak kepolisian juga akan mengantisipasi adanya aksi yang dilakukan para Anarcho Syndicalism di hari buruh tahun 2022 ini.

Apalagi virus corona (Covid-19) yang menyerang kesehatan banyak orang di Indonesia sudah hampir 75 persen bisa dijinakan.

Karena itu sangat diharapkan aksi hari buruh tahun 2022 ini bisa berjalan dengan tertib yang terutama mengedepankan protokol kesehatan.

Sebab pada tahun 2020 lalu, kelompok Anarcho Syndicalisme sempat memanfaatkan momentum adanya pandemi Covid-19 untuk eksis sesuai paham kelompoknya. Hal itu diungkapkan oleh Pengamat Intelijen dan Terorisme, Stanislaus Riyanta.

“Kali ini mereka memanfaatkan momentum adanya pandemi Covid-19 untuk eksis sesuai paham kelompoknya. Mereka mengklaim anti kapitalis. Jadi dalam rencananya mereka memang melawan kapitalisme salah satunya dengan melakukan penjarahan,” ungkap Stanislaus dikutip SINDOnews tahun 2020 lalu.

Stanislaus juga meminta agar aparat keamanan bertindak tegas. Pasalnya, kelompok ini berbahaya, apalagi aksi mereka bisa menjadi pemicu dari aksi kerusuhan yang lebih besar.

Sehingga, deteksi dini dan cegah dini gerakan mereka perlu dilakukan agar ancaman dari kelompok tersebut tidak meluas.

“Beberapa kota yang menjadi basis kelompok anarko antara lain Jogyakarta, Bandung, Jabodetabek, Makassar dan Salatiga. Polri perlu meningkatkan kewaspadaan. Intelijen harus bergerak cepat agar aksi dari kelompok ini bisa dicegah,” ujarnya.

Sejatinya, kelompok anarko sindikalis sering terlibat dalam demonstrasi. Personel anarko sindikalis, yang mengenakan pakaian serba hitam, disebut sebagai dalang kerusuhan disetiap aksi.

Anarko sindikalis adalah paham di mana para pekerja ingin bekerja dengan bebas, tidak terikat dengan aturan.

Salah satu ciri kelompok ini adalah coretan simbol ‘A’, yang jejaknya ditinggalkan dalam setiap kegiatan. Paham anarko sindikalis menyebar dari Eropa, Amerika Selatan, dan Asia.

Di Indonesia, paham itu masuk beberapa tahun lalu dan tumbuh di kota-kota besar, seperti Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Makassar.

Banyak varian anarko selain sindikalis, antara lain anarko individualis, anarko antifasis, anarko komunis, anarko feminis, dan masih banyak lagi.

Semuanya adalah cabang paham anarkisme. Istilah anarko sindikalis atau revolusioner sindikalis muncul saat paham itu diadopsi gerakan buruh.

Rudolf Roker dalam buku Anarchism and Anarcho Syndicalism (1949) mengatakan banyak kaum anarkis menghabiskan sebagian aktivitas mereka di pergerakan buruh, sehingga melahirkan gerakan anarkis sindikalis.