BOLMONG, Indotimes.co.id – Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023, Polri bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat desa Toraut Utara, Kec Dumoga Barat, Kab. Bolmong, Sulawesi Utara, melakukan kegiatan pembinaan terhadap masyarakat yang berada disekitar lokasi komunitas Jamaah penganut paham intoleransi.

Kegiatan pembinaan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang dilakukan pihak Polri bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat, dimana mereka melakukan komunikasi dengan para pengurus masjid Nurul Huda.

Komunikasi yang dilakukan antaralain menyamakan persepsi serta menjaga stabilitas kamtibmas dikalangan masyarakat sebagai upaya mencegah penyebaran paham intoleransi radikal dan terror jelang periode Nataru 2023.

Selain tokoh agama dan tokoh masyarakat, Polri juga menggandeng Tomas Desa Toraut Utara (Toga) dengan memanfaatkan moment sholat Jumat pada 16 Des 2022 lalu di masjid Nurul Huda yang dihadiri sekitar 120 orang umat muslim Dusun III & IV.

Pada pembacaan khotbah Jumat, Ustadz Tri yang bertindak sebagai Khotib mengangkat tema pentingnya penguatan akidah dan tauhid serta menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Adanya perbedaan pandangan/pendapat khilafiyah dalam beribadah, janganlah dijadikan pemicu untuk terjadinya perselisihan antar sesama umat Islam, terlebih lagi disaat saudara-saudara kita yang beragama Nasrani sedang merayakan hari raya. Hal itu juga merupakan manifestasi dari kadar keimanan serta sikap istiqomah kita dalam bertauhid kepada Allah SWT,” kata Tri.

Usai melaksanakan sholat Jumat dan doa bersama, pihak Polri diberikan kesempatan untuk menyampaikan himbauan dan pesan menjaga Kamtibmas secara langsung kepada seluruh jamaah yang hadir dilokasi.

“Pentingnya untuk menjaga kerukunan, menghindari perbuatan yang melanggar hukum, menjauhi perselisihan antar komunitas masyarakat,” kata seorang anggota Polri.

“Tidak mudah terprovokasi dengan adanya komunitas yang menganggap kelompoknya berpaham Islam paling benar, serta mudah menyalahkan orang atau kelompok lain dalam ritual peribadahan,” himbaunya.

“Segala permasalahan yang muncul dikalangan masyarakat sekecil apapun, agar diselesaikan secara baik dan bila perlu dimediasi oleh Satuan Polri dan Pemerintahan terdekat,” himbaunya.

Agenda sholat jum’at berjamaah diakhiri dengan makan siang bersama (Jum’at Barokah) dengan seluruh jama’ah masjid Nurul Huda Desa Toraut Utara.

Tak lupa dalam kesempatan tersebut seorang perwakilan Polri juga mengucapkan banyak terimakasih, telah diberikan kesempatan dan dukungan untuk melaksanakan kegiatan pembinaan kontra radikal di wilayah Desa Toraut Utara.

Diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan daya imun masyarakat terhadap pengaruh penyebaran paham intoleransi dan radikal dari sekelompok komunitas yang yang menempati sekitar dua hektar perkebunan warga Dusun 2 Desa Toraut dalam kurun waktu 5-6 tahun terakhir.

Menanggapi himbauan tersebut, Syahmin Mukad selaku Sangadi Toraut Utara memastikan kesiapannya bersama dengan unsur Muspika Dumoga Barat untuk menjaga masyarakat dari pengaruh paham yang berpotensi mengusik kerukunan dan persatuan umat muslim maupun antar umat beragama.

“Setelah mendapatkan penjelasan dan pemahaman terkait pemahaman yang terindikasi dianut oleh komunitas tersebut, kami siap menjaga masyarakat dari pengaruh paham yang dapat merusak kerukunan dan persatuan umat beragama,” tandasnya.