
JAKARTA, Indotimes.co.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kembali menyalurkan bantuan tahap kedua senilai Rp210 miliar kepada induk organisasi cabang olahraga (IOCO) di Indonesia. Bantuan ini ditujukan untuk mendongkrak prestasi atlet yang akan berlaga di ajang SEA Games 2025 Thailand dan Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
Dukungan dana dari Kemenpora itu dilakukan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan IOCO yang berlangsung di Media Center Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (30/4), disaksikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengatakan, total bantuan pemerintah yang telah dikucurkan sejak tahap pertama mencapai Rp630 miliar.
Menurut Menpora , bantuan yang disalurkan merupakan hasil penilaian tim independen yang melibatkan akademisi, komisi atlet, dan para pakar olahraga. Penentuan jumlah bantuan juga mempertimbangkan kebutuhan masing-masing cabang olahraga serta kemampuan fiskal negara.
“Semua kami tinjau secara objektif berdasarkan potensi dan kebutuhan riil. Harapannya, dana ini bukan hanya menunjang prestasi, tapi juga mendorong proses regenerasi atlet,” tegas Menpora.
Sebanyak 10 cabang olahraga yang menerima bantuan tahap kedua sebesar Rp210 miliar antara lain, PB PODSI (Dayung), PB FORKI (Karate), PB PGSI (Gulat), PP KBI (Kick Boxing), PB PORSEROSI (Sepatu Roda)
PB FHI (Hoki), PB WI (Wushu), DPP PERBASI (Bola Basket), PB IPSI (Pencak Silat),vPP PCI (Cricket)
PP FTI (Triathlon).
Selain 10.cabor yang tergabung dalam IOCO, National Paralympic Committe Indonesia (NPC) juga turut mendapatkan alokasi dana untuk mendukung 10 cabang olahraga disabilitas yang berada di bawah naungannya.













