Jakarta, Indotimes.co.id – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen. TNI (Purn) Marciano Norman menerima kunjungan Plt.Direktur Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahrgaan (LPDUK) Kemenpora,  Firtian Judiswandarta dan jajarannya.

Pertemyan ini untuk menjajaki kembali kerjasama pengelolaan dana komersil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Selain itu juga dijajaki peluang kerjasama lainnya untuk membangun industri olahraga nasional.

“Saya memberi apresiasi tinggi kepada LPDUK dengan memaparkan penjelasan seputar pengelolaan dana olahraga di luar APBN (dana komersil). KONI sepakat dengan LPDUK,  olahraga bergulir dengan baik jika dapat mengelola dana di luar APBN,” kata Marciano saat pertemuan di Lt 12 Gedung KONI Pusat Senayan, Jakarta, Selasa (2/2).

Sebelumnya, kerjasama pengelolaan dana komersil PON XX antara LPDUK, KONI dan PB PON XX sempat terhenti karena belum menemukan formula titik temu. Karena itu, LPDUK dibawah pimpinan baru mulai menjalin komunikasi lagi dengan KONI dan PB PON XX Papua.

Baca juga :  Gelaran Proliga  2021  Dipusatkan di Sentul, Tanpa Penonton

Plt Direktur LPDUK Firtian Judiswandarta menegaskan, kerjasama pihaknya dengan KONI Pusat dan PB PON XX harus didasari dengan azas saling menguntungkan, transparan dan bisa dipertanggung jawabkan.

“Kita kerjasama dengan KONI Pusat untuk memajukan prestasi olahraga Indonesia. Dan mungkin event terdekat adalah PON XX Papua. Kami ingin bersama KONI Pusat dan PB PON XX untuk secara bersama mengelola dana di luar APBN pada PON XX Papua,” jelas Firtian.

Pada kesempatan ini Marciano juga mengajak LPDUK kerjasama menciptakan industri olahraga agar pembiayaan olahraga bisa lebih mandiri. Karena itu, LPDUK juga harus bisa membangun kepercayaan dari stakeholder olahraga dan sponsor.

“Kerjasama LPDUK dan KONI Pusat agar olahraga dapat menjadi industri, kalau tidak bisa olahraga kita akan selalu dihadapkan dengan kesulitan soal pendanaan. Jangan sampai kita menjadi tikus mati di lumbung padi,”  ujar Marciano.

Baca juga :  Menpora Jadikan GBK Arena Markas INAFOC

“Jadi LPDUK dan KONI PUsat dapat bertemu kembali guna berbicara rinci dan teknis tentang kerjasama untuk menjadikan olahraga sebagai industri,”  tandas mantan Kepala BIN itu.

Direktur LPDUK Firtian dengan bangga mendapatkan ajakan Ketua Umum KONI Pusat untuk menciptakan industri olahraga. Juga siap mewujudkan diri sebagai sebagai lembaga yang transparan dan akuntabel.

“Intinya keberadaan LPDUK adalah untuk membantu menghimpun kesulitan dana yang dihadapi masyarakat olahraga. Kami dengan senang hati dengan ajakan KONI Pusat terkait untuk mencipatkan industri olahraga, sebagai alternatif penadaan olahraga di luar APBN,” pungkas Firtian.