JAKARTA, Indotimes.co.id – PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FajarPaper), produsen kertas kemasan terkemuka di Indonesia, kembali meraih penghargaan Industri Hijau Level 5 dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk kali ke-6. Penghargaan diberikan secara langsung oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, di Jakarta, Selasa (30/11).

Penilaian penghargaan Industri Hijau didasari oleh upaya penghematan sumber daya alam, penggunaan teknologi rendah karbon, penerapan reduce , reuse, recycle dan recovery, serta manajemen perusahaan.

“Saatnya kita semua bersama-sama menjadi bagian dari transformasi menuju pembangunan industri berkelanjutan dengan mendukung penciptaan industri yang ramah lingkungan. Melalui upaya tersebut diharapkan daya saing industri nasional di kancah global terus meningkat,” ujar Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya, seusai pemberian pengahargaan

Yustinus Kusumah selaku Direktur FajarPaper mengungkapkan pihaknya berterima kasih kepada Kementerian Perindustrian RI atas penghargaan Industri Hijau yang kembali diberikan kepada FajarPaper.

“Penghargaan yang telah diperoleh FajarPaper untuk kali ke-6 ini membuktikan kesungguhan FajarPaper menerapkan prinsip keberlanjutan yang sejalan dengan making Indonesia 4.0 dalam menjalankan bisnis. Hal ini juga tidak terlepas dari peran aktif seluruh karyawan dan dukungan dari stakeholder sehingga FajarPaper dapat terus konsisten menjalankan bisnis dengan prinsip hijau,” kata Yustinus Kusumah.

Industri hijau merupakan perusahaan manufaktur yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sejalan dengan program Making Indonesia 4.0. Prinsip ini diyakini akan mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat

FajarPaper senantiasa berupaya menerapkan prinsip ESG ((Environment, Social, and Governance) serta konservasi energi dan lingkungan dalam menjalankan usahanya. Salah satunya ialah penggunaan 100 persen kertas daur ulang untuk setiap produk kertas kemasan yang dihasilkan.

“Semoga penghargaan ini dapat terus memotivasi perusahaan untuk terus berkomitmen dalam menerapkan prisnisp hijau pada setiap operasi sehingga dapat memberikan dampak yang positif bagi lingkungan dan masyarakat.” pungkas Yustinus.