Kongres Koperasi Tekankan Modernisasi Kelembagaan

MAKASSAR, Indotimes.co.id – Pengembangan wajah ke depan diarahkan kepada koperasi yang berkualitas dan dikelola secara modern.

“Setelah melalui tahap rehabilitasi dan reorientasi, maka pengembangan koperasi ke depan diarahkan menuju koperasi berkualitas yang dikelola secara modern atau koperasi, sehingga koperasi bisa setara dengan swasta maupun ,” kata Sekretaris dan Agus Muharram mewakili Menteri Koperasi dan UKM dalam Kongres Koperasi ke-3 di Makassar, Kamis (13/7/2017).

Agus menjelaskan langkah-langkah modernisasi koperasi dan kesetaraan itu sudah dimulai dan akan terus dilakukan mengantisipasi dinamika ekonomi yang berjalan cepat.

“Saat ini untuk pendirian dan pengesahan koperasi bisa dengan sistem online dimana dalam dua hari selesai. Lalu RAT (Rapat Anggota Tahunan) juga bisa dilakukan secara elektronik,” katanya.

Langkah menuju kesetaraan, juga dilakukan antara lain dengan langkah Kemenkop UKM menjalin kerja sama dengan terkait, menyiapkan koperasi untuk dapat mengelola lahan obyek reformasi agraria.

Baca juga :  Dukung Santripreneur, LPDB Bantu Pembiayaan Bisnis Kopi Abah

Dalam hal ini Kemenkop UKM telah menyiapkan 42 koperasi di 9 provinsi untuk bisa memanfaatkan lahan reformasi agraria.

Di bidang regulasi, kemenkop UKM juga melakukan kajian peraturan peraturan apa yang menghambat perkembangan koperasi.

“Misalnya dalam keuangan, dimana koperasi dalam UU koperasi yang baru, dimungkinkan membuat penjaminan simpanan seperti yang ada di perbankan,” ujarnya.

Kenapa perbankan bisa maju pesat karena simpanan nasabah di bank dijamin LPS dengan maksimum pinjaman Rp 2 miliar. Sementara dana simpanan anggota koperasi di /USP, jaminannya hanya berupa trust (kepercayaan) pada pengurus.

“Itu yang antara lain membuat KSP kalah saing dengan perbankan,” ujarnya.

Terkait Kongres Koperasi, Agus berharap agar Kongres tak perlu banyak menghasilkan rekomendasi, maksimal 10 saja, namun lengkap dengan rencana aksi atau MTAP (medium term action plan).

Dengan rekomendasi tersebut, nantinya akan dijadikan bahan masukkan bagi pemerintah dalam pengembangan dan pemberdayaan koperasi.

Baca juga :  RI Butuh Puluhan Ribu Insinyur Bangun Megaproyek Infrastruktur

Menurut Agus, Kongres Koperasi ke-3 ini sangat penting karena dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Koperasi Indonesia dari daerah (Dekopinda), Dekopinwil (tingkat provinsi) maupun induk-induk koperasi, Perguruan Tinggi dan asosiasi pengusaha.

Momentum Kongres yang dihadiri 1.000 peserta ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik dalam merumuskan arah kebijakan koperasi ke depan. (chr)