KULON PROGO, Indotimes.co.id – Ada yang spesial dari perhelatan Sepeda Nusantara Etape Menoreh, di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (29/9). Rangkaian salahsatu program unggulan Kemenpora dibawah payung Ayo Olahraga ini tidak hanya diikuti puluhan ribu masyarakat Kulon Progo dan sekitarnya, namun juga diikuti dan dinikmati para turis mancanegara.

Kegiatan digelar dalam rangka memeriahkan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-35, sekaligus menyambut Hari Jadi Ke-67 Kabupaten Kulon Progo itu menjadi kenanga tersendiri bagi lima turis wanita mancanegara.

Turis wanita dari berbagai negara ini, berbaur bersama puluhan ribu peserta Sepeda Nusantara Etape Menoreh. Mereka bergowes ria menikmati keramahan masyarakat, keindahan alam dan kebudayaan Kulon Progo.

Para turis yang terdiri dari Devi Mirchandi asal Singapura, Mai Kato, Yukari Inada, Ayu Sakamoto asal Jepang, Sophia Riedl dari Jerman dan Michele Johnstone berpaspor Amerika Serikat itu , benar-benar suasana Kolon Progo, yang pagi tumoah ruah oelh gebyar Sepeda Nusantara.

Ayu Sakamoto, wanita cantik asal ‘Negara Sakura’Jepang menikmati acara olahraga santai ini, sambil mengenal lebih dalam budaya Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo. Mahasiswi Jurusan Kajiang Asing, Universitas Tokyo, Jepang, yang baru sebulan menjalani program pertukaran mahasiswa pada Jurusan Pariwisata di Universitas Gajah Mada, mengakuti senang mengikuti ajang Sepeda Nusantara ini.

Baca juga :  Menpora Harapkan Induk Cabor Berkomitmen Sukseskan Asian Games 

Ayu mengapresiasi Pemerintah Indonesia (Kemenpora) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo yang mengajak masyarakat untuk berolahraga bersepeda. Begitu juga masyarakat Kulon Progo yang sangat antusias bersepeda.

“Selain berolahraga, saya melihat adanya interaksi sosial ditengah masyarakat Kulon Progo. Tidak ada jeda pemisah antara masyarakat biasa dengan para pejabat setempat. Mereka berbaur menjadi satu dalam suasana kekeluargaan dalam berolahraga, kompak, guyub,” ujar Ayu yang sudah fasih berbahasa Indonesia itu.

Ayu yang telah dua tahun mempelajari bahasa Indonesia di Universitas Tokyo ini, mengatakan walaupun budaya bersepeda di Jepang sudah dikenal lama, namun kegiatan sebesar ini yang melibatkan masyarakat bersepeda jarang sekali ditemui di negaranya.

“Alam disini sangat indah. Di Jepang saya tinggal di pusat kota di Tokyo, sehingga jarang melihat pemandangan seperti ini, terlebih kegiatan bersepeda santai bersama dengan antusiasme ribuan orang seperti ini, hampir tidak pernah saya temui ditempat saya,” ungkap dara kelahiran Yokohama, 7 Januari 1998 itu.

Baca juga :  Pemprov DKI Jakarta Abadikan Nama Greysia / Apriyani  Jadi Gedung di Komplek PPOP Ragunan

Sementara itu, Sumarsono selaku Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kulon Progo mengaku senang di mana daerahnya masih menjadi pilihan Kemenpora satu dari 70 daerah yang menggelar perhelatan ini.

Dikatakannya, hal tersebut tak lepas dari kesuksesan penyelengaraan tahun lalu yang bernama Gowes Pesona Nusantara, di mana Kulon Progo dinilai berhasil menggelar event tersebut, ditambah mendapatkan penghargaan dari Kemenpora.

Karenanya pada gelaran Sepeda Nusantara 2018 ini, pihaknya berupaya untuk jauh lebih baik dalam menyelengarakan program dibawah kepemimpinan Menpora Imam Nahrawi yang mengajak masyarakat untuk berolahraga, hidup sehat yang mengambil tema Bangun Indonesia.

“Perhelatan kali ini kami berusaha menyiapkannya lebih baik dari sebelumnya dengan lebih menggandeng stakeholder, menggerakkan masyarakat baik dari jalur pendidikan maupun umum. Al hasil, terjaring beberapa orang mancanegara ikut serta dalam kegiatan ini,” ujar Sumarsono.

Dengan kehadiran turis mancanegara ini, pihaknya bisa menyampaikan pesan akan keramahtamahan, keindahan alam, kenyamanan, keamanan Indonesia terutama Kulo Progo kepada dunia Internasional. “Kami tak hanya menggelar olahraga masyarakat saja namun coba menyanyikan sport tourism yang ada diwilayah Kulon Progo,” jelas Sumarsono.

Baca juga :  Daud Yordan Kalah Angka dari Anthony Crolla

Tidak hanya untuk mempromosikan Kulon Progo dari segi pariwisata ke luar negeri, dengan Sepeda Nusantara etafe Manoreh ini, Kulon Proga akan pula melahirkan atlet-atlet sepeda andal yang dapat mewakili Kulon Progo dipentas Nasional maupun Internasional.

Sepeda Nusantara etape Menoreh ini, terdiri dari dua kategori, yakni 67Km, memiliki makna menyambut Kulon Progo ke-67 serta kategori 15Km, yang didasari tanggal hari jadi yakni 15 Oktober.

Untuk kategori 67Km, peserta melintasi rute beberapa destinasi wisata seperti waduk Sermo, kompleks pemakaman Raja Pakualaman, pantai Glagah, serta bangunan monumental bagi warga Kulon Progo, yakni bandar udara yang tengah dibangun.

Sedangkan untuk yang 15Km, memutari kota Wates, yang diharapkan mampu menarik masyarakat untuk berolahraga secara kesehariannya. “Sehingga perhelatan kali ini bisa dikatakan terjadi kolaborasi antara sport dan tourism,” pungkas Sumarsono.