JAKARTA, Indotimes.co.id – Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) telah menyiapkan para atlet terbaiknya menghadapi SEA Games 2019 di Filipina. Persiapan matang telah dilakukan, untuk nomor BMX, MTB DH, dan track untuk pesta akbar olahraga -Asia Tenggara tersebut.

Ketua Umum PB ISSI, Raja Sapta Oktohari di Jakarta, Kamis (3/1) mengatakan yang terpenting untuk saat adalah upaya untuk meningkatkan performa dari para atlet, diantaranya, dengan memberikan banyak kesempatan untuk berlatih dan berujicoba (try out dan try in).

“Kuota di Sea Games 2019 ada 13 atlet dan saat ini masih menunggu arahan dan Olahraga (Kemenpora) untuk atlet yang akan diturunkan, yang atlet utama atau atlet pratama (muda),” ujar Okto, sapaan akrab Raja Sapta Oktohari.

Menurut Okto, meskipun demikian PB ISSI sudah menyiapkan atlet utama dan pratama berukit pelatihnya. Hanya tinggal menunggu verifikasi Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) untuk dapat memulai pelatnas menuju persiapan SEA Games 2019 sekaligus 2020.

“Tentu harapannya, pemerintah dapat memberikan dukungan dengan menyetujui anggaran yang diajukan pelatnas balap sepeda,” tutur Okto.

Okto berharap dengan adanya dukungan dari berbagai pihak serta diiringi persiapan yang matang, para atlet nantinya akan dapat bertanding secara maksimal dan mencapai terbaik sebagaimana yang sudah ditargetkan.

“Untuk SEA Games 2019, lawan terberat yang pasti tuan rumah Filipina kemudian Thailand dan ,” ungkap Okto.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Chandra Bhakti menyatakan bahwa pada dasarnya persiapan dan di masing-masing cabang olahraga sudah berjalan. Namun untuk pelatnas, masih menunggu penyelesaian beberapa hal.

“Kita masih nyusun perangkatnya. Tapi prinsipnya, di Januari ini sudah berjalan dan soal anggaran juga tinggal nunggu pencairan karena DIPA sudah diserahkan,” jelas Chandra.

Chandrapun memastikan untuk pembahasan mengenai mekanisme Pelatnas SEA Games baru akan dimulai pada pekan depan. Namun pada prinsipnya Kemenpora telah siap untuk menjalankan Pelatnas tersebut, tinggal melengkapi saja.

“Kalau secara sistem sebenarnya sudah jadi di Kemenpora,” pungkas Chandra.