JAKARTA, Indotimes.co.id – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI), Peter Layardi Lay menegaskan bahwa tidak ada dualisme atau tigalisme  dalan tenis meja nasional.

Menurut Peter, PB PTMSI adalah organisasi resmi yang sah menurut hukum. Hal itu  merujuk pada hasil putusan pengadilan yang jelas dan definitif, termasuk putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menyatakan bahwa kepengurusan PB PTMSI saat ini adalah sah menurut hukum, setelah melalui proses litigasi atas klaim-klaim kepengurusan lain yang tidak memiliki legitimasi organisasi atau persetujuan KONI.

“Hasil pengadilan sudah jelas menempatkan PB PTMSI sebagai satu-satunya organisasi tenis meja yang sah secara hukum. Tidak ada dualisme apalagi tigalisme. Segala bentuk klaim organisasi lain yang mengatasnamakan tenis meja nasional harus merujuk pada ketentuan hukum yang berlaku dan keputusan pengadilan. PB PTMSI akan terus bekerja untuk pembinaan atlet dan persatuan olahraga ini.” ujar Peter saat pembukaan  Kejuaraan PTMSI BERSATU Cup 2026 yang digelar di GOR Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (15–01-2026).

Advertisement

Pernyataan dari Peter ini dikuatkan secara tegas oleh  Wakil Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Soewarno yang hadir dalam acara ini.

Soewarno menyampaikan dukungan penuh terhadap posisi PB PTMSI dan memberikan penegasan bahwa Organisasi maupun atlet yang berada di luar organisasi resmi PB PTMSI tidak diakui dalam konteks keolahragaan nasional.

Hal ini mempertegas komitmen KONI Pusat untuk menjunjung tinggi aturan hukum dan tata kelola organisasi olahraga yang sah demi kepentingan pembinaan atlet dan ekosistem olahraga nasional.

Baca Juga: Juara Nasional Honda Racing Indonesia, Avila Bahar-Aaron Lim (HMRT) Raih Hasil Sempurna di MTCC Malaysia

Hal.senafa diutarakan Ketua Panitia Kejuaraan PB PTMSI BERSATU Cup 2026,  Mentereng Sakti, meminta kepada Pemerintah untuk memastikan tidak adanya keberpihakan kepada organisasi atau kelompok yang membuka cabang baru yang berpotensi menimbulkan dualisme atau konflik organisasi di cabang olahraga ini yang justru dapat merugikan pembinaan olahraga secara nasional dan masa depan atlet.

Sementara itu Rafanael Nikola, peraih medali emas PON 2024 Tunggal Putra dan juga Atlet SEA GAMES 2025 Thailand, yang hadir mewakili klub SIM SPORTS Lampung,  mengungkapkan bahwa dinamika yang terjadi saat ini bersifat negatif di dunia tenis meja di tanah air sangat berdampak pada atlet. Karena dia berharap melalui terselenggaranya PTMSI BERSATU Cup 2026, tenis meja Indonesia dapat semakin maju.

Selain itu, Rafanael juga mengapresiasi PB PTMSI atas dukungan dan perjuangannya untuk para atlet tenis meja Indonesia selama ini.

Advertisement