JAKARTA, Indotimes.co.id – Nama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dinilai layak menjadi calon ketum PSSI apabila Mochamad Iriawan mundur dari jabatannya pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

Hal tersebut dikatakan Budi Setiawan, pengamat dari Football Institute, dalam jumpa pers ‘Hasil Durvei Persepsi Fans Sepakbola Nasional Kondisi Terkini Sepakbola Nasional’
dengan media, di Jakarta, Senin (31/10).

Menurut Budi Setiawan ada beberapa nama yang layak jadi calon ketum PSSI apabila Mochamad Iriawan mundur. Erick Thohir salah satunya.

Budi mengutarakan Kisruh Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI dan desakan Mochamad Iriawan mundur dari jabatannya terus bergulir bak bola salju. Banyak desakan dari berbagai pihak untuk merevolusi PSSI setelah Tragedi Kanjuruhan yang menelan 135 korban jiwa, menjadi salah satu alasan adanya kepemimpinan baru ditubuh PSSI mendatang.

Pendiri Football Institute, Budi Setiawan memberikan pandangannya terkait nama-nama yang dinilai cocok untuk menjadi Ketua Umum (Ketum) PSSI yang baru.

Diakuinya memang ada beberapa nama yang beredar seperti sosok Erick Thohir, menurut saya orang yang pantas untuk maju sebagai ketua PSSI. Selain itu ada nama Hary Tanoesoedibjo yang sudah menjadi ketua Asosiasi Futsal selama kurun waktu lebih dari 7 tahun, lalu ada pak Ahsanul Khosasih sebagai Presiden Klub Madura United,” jelasnya pula.

“Tiga orang itu punya profil yang bagus. Namun jika ada nama-nama lain dan lebih berkompeten, silakan saja,” tambah Budi.

Tentang Erick Thohir, Budi menilai tokoh ini tak asing didunia olahraga baik di tanah air maupun manca negara. Dia punya track record yang sudah mumpuni.

Selain pernah menjadi Ketua Umum PB Perbasi, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), terakhir Erick juga Ketua Panitia Penyelenggara Asia Games 2018 (INASGOC).

Erick Thohir juga pernah mengelola klub-klub sepakbola termasuk Inter Milan di Italia, klub klub D.C. United di Liga AS dan juga pernah sebagai pemilik klub bola basket NBA Philadelphia 76ers.

“Reputasi sepakbolanya sudah teruji, dulu pernah kelola Inter Milan, DC United di AS, kini Oxford United bersama Anindya Bakrie. Artinya, kalau beliau jadi minimal calon ketum maka syarat punya jaringan nasional dan internasional sudah terpenuhi ditambah dengan pengalamannya, di jaranan olahraga manca negara” papar Budi.

Karenanya Budi berharap, dalam KLB PSSI mendatang bisa lebih transparan dalam visi misi serta pemilihan ketua umum. Sebab selama ini, hanya melalui votter dalam hal ini adalah Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

“Selama ini, negosiasinya selalu dilakukan di ‘ruangan tertutup’. Klub-klub memberikan dukungan tertulis tanpa mengetahui visi dan misi sosok calon ketum yang apakah layak,” tandasnya.

Sementara itu terkait hasil survei Founder Football Institute, Budi Setiawan mengatakan, survei tersebut diambil dengan tema ‘Persepsi Fans Sepak Bola Nasional Terhadap Kondisi Sepak Bola Nasional’. Salah satu poin survei membahas penilaian suporter terhadap tanggung jawab PSSI dalam penanganan tragedi Kanjuruhan.

“(Sebanyak) 35 persen (suporter menilai PSSI) tidak bertanggung jawab. (Sementara) 28 persen (suporter menilai PSSI) bertanggung jawab,” kata Budi

Budi melanjutkan ada tiga penilaian lainnya kepada PSSI terkait hal itu. Penilaian itu dengan masih tingginya angka tidak puas.

“(Sebanyak) 17,9 persen (supporter menilai PSSI) sangat tidak bertanggung jawab, 14,1 persen netral, dan 3,5 persen sangat bertanggung jawab,” terang pria berkacamata itu.

Budi mengatakan, hasil survei tersebut sudah diberikan kepada Presiden RI Joko Widodo. Dengan begitu, Kepala Negara mengetahui suara para suporter di Indonesia.

“Kami serahkan kepada presiden. Harapan presiden bisa membaca hasil survei, terkait sikap suporter terkait Kanjuruhan,” pungkas Budi.