SUKOHARJO, Indotimes.co.id – Petenis putra Indonesia menyapu bersih gelaran Detec International Junior Championship. Bertanding di Gelora Merdeka, Soekoharjo, Jawa Tengah, Sabtu, (7/6), tiga finalis utama pada partai puncak pekan kedua ini adalah binaan Kentoeng Tennis Academy; Akmal Junaini dan Michal Ihsan Wicaksana/Raphael Rio Suryana.

Bagi dua nama yang disebutkan pertama, raihan ini pun menjadi bekal berharga mereka jelang Seleksi Nasional SEA Games, di Lapangan Tennis Centre Court Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta 11-15 Juni 2025 mendatang. Keduanya bakal bersaing dengan 14 petenis senior lainnya, memperebutkan tiket menuju Thailand.

“Targetku bisa menampilkan permainan yang terbaik saja. Seleknas besok akan jadi pengalaman yang sangat berharga. Akan seru berlatih bersama atlet senior-senior terbaik Indonesia,” papar Akmal, pemilik empat gelar junior.

Advertisement

Hal senada, diutarakan Michal, akan memanfaatkan ajang seleknas untuk uji kemampuan. Namun dirinya enggan berharap terlalu banyak pada gelaran lima hari di Jakarta. Pasalnya, hanya tersedia lima tempat untuk bertanding di kelompok beregu. Bermain tanpa beban, belia 18 tahun ini akan menikmati prosesnya.

Sapu Bersih Sektor Putra Pekan Kedua

Baca Juga: Juara Nasional Honda Racing Indonesia, Avila Bahar-Aaron Lim (HMRT) Raih Hasil Sempurna di MTCC Malaysia

Pada final tunggal, Akmal meraih titel tunggal ITF perdananya dengan membalaskan kekalahan dari Michal di pekan pertama. Tidak tanggung-tanggung, unggulan keempat ini menundukkan unggulan ketiga, straight set, 6-4, 6-4.

“Di gelaran minggu kedua ini mungkin pemain-pemain sudah mulai kelelahan. Beberapa tidak se-fit di seri pertama. Siapa yang lebih kuat, dia yang bisa memenangkan seri kedua,” papar belia 18 tahun terkait kunci kemenangannya.

Gelar ini memberikannya 30 poin peringkat internasional. Pada pekan depan, pengidola Dominic Thiem bakal melonjak ke rangking 750-an junior dunia serta mempertahankan posisinya sebagai terbaik keempat putra Indonesia.

“Setelah turnamen ini, aku akan kembali bertanding di tiga turnamen selevel (J30 ITF) di Jakarta. Aku mau mendapatkan poin peringkat internasional. Semoga bisa semaksimal mungkin di tahun terakhir juniorku,” pungkas Akmal.

Sementara itu, Michal enggan terlarut dalam kekalahan di final tunggal. Ia lipur laranya dengan merengkuh gelar ganda ITF keempatnya. Berpasangan dengan Raphael Rio Suryana, unggulan teratas ini mengatasi kompatriotnya, duet non-unggulan, Giftbrain Rizqzain Fadhrezy/Rangga Wisnu Kresna Rafansyah, 6-2, 7-6 (4).

Gelar ini pun mengulang capaian duo Sukoharjo, di ITF J30 Binh Duong, Vietnam, pada April lalu—gelar ITF perdana bagi Raphael, belia 15 tahun.

Baca Juga: Buka Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026, Nirmala Dewi Minta Peserta Jaga  Sportivitas

Sayangnya, duo Soekoharjo di sektor putri mesti mengakui keunggulan unggulan teratas pada final. Lailatul Fajria/Callista Rosiana menyerahkan titel kepada duet gado-gado Filipina/Taiwan, Jana Jelena Nicole Diaz/Ron Tzeng. Meski unggul terlebih dahulu, unggulan keempat ini kalah melewati tie break, 2-6, 6-2, 9-11.

Pada tunggal putri, Shinar Zahra Shukayna Heriyadi Sunggoro menyerahkan trofi pada wakil Tiongkok, Siyun Xiao, 4-6, 4-6. Kekalahan unggulan pertama tunggal putri ini memastikan nir gelar sektor putri pada pekan kedua ajang DETEC.

Meskipun demikian, hasil ini menyukseskan penyelenggaraan keempat turnamen resmi internasional oleh Deddy Prasetyo Tennis Club (Detec). Pada kesempatan ini, Detec bekerja sama dengan K3N7OEN9 Tennis Academy (K7G). Kerja sama kedua klub ini akan berlanjut dengan gelaran Turnamen Nasional di akhir Juni.

Advertisement