JAKARTA, Indotimes.co.id – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengagendakan Timnas U-17 Indonesia melakukan TC ke Bulgaria dan Uni Emirat Arab (UEA), seusai tampil pada ajang Piala Kemerdekaan 2025 di.Medan Sumatera Utara.
Menurut Erick selain menjalani pemusatan latihan (TC), di kedua negara tersebut, pasukan Nova Arianto
juga akan menggelar uji coba dan mengikuti turnamen mini.
Timnas U-17 akan tampil pada ajang Piala Dunia U-17 di Qatar pada 3 Nov 2025 – 27 Nov 2025 mendatang.
Sebelum berangkat ke Qatar, Timnas U-17 Indonesia bakal melakoni persiapan di Bulgaria dan Dubai UEA sebagai persiapan akhir sebelum tampil di ajang paling bergengsi tersebut.
Erick Thohir menjamin bahwa persiapan tim asuhan Nova Arianto bakal semakin matang sebelum turnamen sesungguhnya.
“Timnas U-17 akan berangkat ke Bulgaria,” ujar Erick Thohir kepada awak media yang hadir di Stadion Utama Sumatra Utara, Deli Serdang, pada Senin (18/8).
Menurut Erick selama di Bulgaria Timnas U-17 akan jalani uji coba. Kemungkinan ada dua-tiga pertandingan di sana.
Erick menambahkan, sesuai TC di Bulgaria, Timnas U-17 akan mengikuti turnamen di Dubai UEA. “Lalu sebelum ke Piala Dunia mereka akan beruji coba lagi di sebuah turnamen di Dubai. Jadi saya rasa persiapannya sangat matang, ” tambah Erick.
Dijadwalkan Timnas U-17 akan berada di Bulgaria pada 1-14 September 2025. Setelah TC di Bulgaria mereka langsung terbang ke Dubai UEA guna mengikuti turnamen disana.
Sementara itu pelatih Timnas U-17, Nova Arianto mengatakan selama menjalani TC dan ujicoba di Bulgaria dan UEA pihaknya tetap melakukan promosi dan degradasi para pemain yang ada, sebelum menetapkan skuat inti Timnas U-17 di Piala Dunia di Qatar.
“Pastinya promosi degradasi pemain akan terus berjalan ya, termasuk setelah ini kami akan melakukan TC di Bulgaria dari tanggal 1 sampai 14 September,” ujar Nova Arianto.
Nova menambahkan selama TC di Bulgaria, juga diagendakan melakukan tiga uji coba.”Di sana ada tiga kali uji coba,” lanjutnya, tanpa merinci uji coba dengan tim mana.
Nova juga berharap bahwa beberapa pemain diaspora yang belum tampil di Piala Kemerdekaan dapat bergabung di Bulgaria, sebelum berangkat beruji coba di Dubai.
Baca Juga: Buka Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026, Nirmala Dewi Minta Peserta Jaga Sportivitas
“Di sana saya harapkan pemain-pemain diaspora yang yang mungkin tidak bisa hadir di dalam Piala Kemerdekaan dapat bergabung,” lanjutnya.
Nova menyebut tiga pemain diaspora yang dipastikan bakal bergabung di Bulgaria. “Ada Lukas, ada Nicolas, Mike, semoga semua bisa datang.” ungkapnya pula.
Nova berharap sekali bisa melihat komposisi tim secara kuat, menyusul bakal bergabung tiga pemain diaspora tersebut. “Tetapi memang banyak opsi pemain lainnya termasuk pemain diaspora. Saya harapkan mereka nanti bisa bergabung sesuai persiapan yang direncanakan di Yogyakarta beberapa waktu lalu,” kata Nova.
Mantan asisten pelatih Shin tae-yong ini menambahkan pihaknya berharap
sebelum terbang ke Dubai, semua persiapan Timnas U-17 bisa berjalan dengan lancar.
“Termasuk beberapa pemain-pemain baru yang akan kami coba sehingga membuat tim ini lebih solid lagi nanti,” pungkas Nova.
Timnas U-17 Runner Up Piala Kemerdekaan 2025
Sementara itu dari ajang Piala Kemerdekaan yang digelar di Medan Sumatera Utara, yang berakhir pada Senin (18/8) malam, Timnas U-17 harus puas menjadi Runner up, setelah gagal memetik kemenangan atas timnas Mali U-17 di laga pamungkas.
Pada laga yang digelar di Stadion Utama Sumatra Utara, Senin malam Timnas U-17 harus mengakui keunggulan Timnas U-17 Mali. Kedua gol Mali masing-masing dicetak Zoumana Ballo (22′) dan Seydou Dembele (33′). Sementara gol timnas dicetak Fadly Alberto Hengga (36′).
Hasil tersebut membawa Mali tampil sebagai juara Piala Kemerdekaan 2025. Mali meraih 9 poin dengan menyapu bersih kemenangan dari tiga laga yang dilakoni.
Sebelum menundukan Timnas U-17 2-1, Mali juga meraih kemenangan atas Uzbekistan 5-1 dan menundukan Tajikistan 4-2.
Sedang Timnas U-17 menjadi runner-up dengan 4 poin, setelah bermain imbang 2-2 melawan Tajikistan dan menang 2-0 atas Uzbekistan, seta kalah 1-2 dari Mali.
Tajikistan dipositi ketiga dengan 2 poin, hasil dua kali imbang, melawan Indonesia (2-2) dan Uzbekistan (3-3). Serta kalah dari Mali 2-4. Disudul Uzbekistsn di peringkat empat, dengan 1 poin, hasil sekali imbang melawan Tajikistan (3-3) serta dua kali kalah dari Timnas U-27 Indonesia (0-2) dan Mali (1-5).